Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara, berencana menata ulang jalur Pelabuhan Ahmad Yani. Kebijakan ini dilakukan menyusul terbatasnya ruang pengembangan di kawasan tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan bahwa rencana tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi antara Pemkot Ternate bersama pihak Pelindo dan KSOP.
“Jika melihat kondisi saat ini, ruang yang ada memang sudah sangat terbatas dan sulit untuk diperluas. Ke depan, memang harus mulai dipikirkan solusi lokasi baru atau desain ulang kawasan pelabuhan,” ujar Rizal, pada Rabu, 4 Februari 2026.
Sejalan dengan rencana tersebut, menurut Rizal, penataan akses kendaraan berat menjadi prioritas utama. Ia menekankan pentingnya pemisahan jalur agar kendaraan sepertu truk kontainer tidak lagi bercampur dengan aktivitas penumpang umum atau kapal Pelni.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan, kata dia, adalah membuka akses khusus di sisi Selatan pelabuhan.
“Masuk bisa lewat depan, keluar lewat belakang, atau seluruh akses kontainer dialihkan ke sisi Selatan. Dengan begitu, tidak bercampur dengan jalur penumpang umum,” jelasnya.
Rizal berharap dengan optimalisasi ruang dan pengaturan jalur ini, kemacetan di area pelabuhan dapat terurai dan aktivitas bongkar muat barang menjadi lebih lancar.
