News  

SMANSA Morotai Buka Pendaftaran Siswa Baru, Kuotanya 258

Magdalena, Plt. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Morotai. Foto: Aswan Kharie/cermat.

SMA Negeri 1 (Smansa) Pulau Morotai, Maluku Utara, resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027. Pendaftaran telah dimulai sejak 4 Juni dan akan berlangsung hingga 15 Juni 2026 dengan sistem daring atau online.

Plt Kepala SMA Negeri 1 Morotai, Magdalena, mengatakan, pelaksanaan SPMB tahun ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya karena seluruh proses pendaftaran dilakukan melalui sistem yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

“Untuk Morotai, hanya SMA Negeri 1 Morotai yang menggunakan sistem daring. Pendaftarannya langsung melalui panitia tingkat provinsi,” kata dia saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 8 Juni 2026.

Baca Juga:  Kajati Malut Tinjau Kondisi Kantor Kejati di Sofifi yang Tak Lagi Layak

Meski demikian, menurut Magdalena, pihak sekolah tetap membuka layanan pendampingan bagi calon siswa dan orang tua yang mengalami kendala saat melakukan pendaftaran. Sebab, masih banyak masyarakat yang belum memahami mekanisme pendaftaran secara online.

Dirinya bahwa menyebut terdapat empat jalur penerimaan yang dibuka dalam SPMB tahun ini, yakni jalur prestasi, afirmasi, mutasi, dan domisili.

Dia bilang, sistem seleksi kali ini juga mengalami perubahan. Jika pada tahun sebelumnya seluruh pendaftaran dilakukan terlebih dahulu sebelum hasil diumumkan, maka tahun ini jalur prestasi dan afirmasi akan diproses lebih dulu sebelum dilanjutkan dengan jalur domisili dan mutasi.

Baca Juga:  Jadi Narasumber di Forum KKI, Wali Kota Ternate Paparkan Pentingnya Pengelolaan Dana Abadi Kebudayaan

“Karena ada perubahan sistem, terkadang orang tua dan siswa masih bingung. Makanya kami membantu memberikan pendampingan ketika mereka mengalami kendala saat mendaftar,” ujarnya.

Terkait daya tampung, SMA Negeri 1 Morotai hanya mendapat kuota sebanyak 258 siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara berdasarkan jumlah lulusan tahun ini.

“Kalau pendaftarnya melebihi kuota yang tersedia, maka akan diarahkan ke sekolah lain. Kami tidak bisa menerima siswa melebihi kuota yang sudah ditetapkan pemerintah provinsi,” jelasnya.

Baca Juga:  Kerugian Kasus Dugaan Korupsi Anggaran BTT Pemda Kepulauan Sula Berpotensi Bertambah

Sementara itu, proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Morotai masih tetap menggunakan Kurikulum Merdeka sebagaimana yang diterapkan dalam beberapa tahun terakhir.

Penulis: Aswan KharieEditor: Rian Hidayat