Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mendesak pemerintah daerah bersama DPRD memprioritaskan penyelesaian proyek lanjutan Jalan Nggele–Langganu melalui anggaran perubahan tahun 2026.
Desakan itu disampaikan Sekretaris KNPI Pulau Taliabu, Amin Atta Sahafi. Menurutnya, penyelesaian ruas jalan tersebut jauh lebih efektif dibandingkan memperbaiki akses lama melalui Jalan Air Lise yang membutuhkan anggaran lebih besar karena kondisinya rusak berat.
“Kalau memperbaiki Jalan Air Lise biayanya jauh lebih besar. Kondisi jalannya juga rusak parah. Sementara penyelesaian Jalan Nggele–Langganu tinggal sedikit lagi sehingga lebih efisien untuk dituntaskan,” ujar Atta kepada Cermat, Sabtu, 27 Juni 2026.
Ia menjelaskan, kehadiran jalan tersebut tidak hanya mempersingkat waktu tempuh menuju Kecamatan Taliabu Utara, tetapi juga meningkatkan keselamatan masyarakat karena jalur lama memiliki medan yang curam dan berisiko bagi pengendara.
Selain itu, ia menyoroti tingginya beban ekonomi masyarakat yang masih bergantung pada jasa penyeberangan rakit sebagai jalur alternatif, sebab biaya penyeberangan terus meningkat seiring naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).
“Kalau akses Jalan Nggele–Langganu belum juga diselesaikan, masyarakat tetap harus menggunakan rakit dengan biaya yang semakin mahal. Ini tentu menjadi beban ekonomi, apalagi harga BBM terus naik,” katanya.
Atta juga mengingatkan bahwa penundaan penyelesaian proyek berpotensi menambah beban anggaran pemerintah di masa mendatang karena ruas jalan yang belum rampung hanya tersisa sekitar dua kilometer.
“Kalau tidak segera diselesaikan, jalan yang sudah dibuka akan kembali ditumbuhi semak dan mengalami kerusakan. Akibatnya, biaya perbaikannya nanti justru akan lebih besar.”
Ia mengaku optimistis apabila ruas jalan tersebut telah tersambung sepenuhnya, aktivitas ekonomi masyarakat akan kembali berjalan normal karena akses transportasi menjadi lebih mudah.
Lebih lanjut, Atta mengungkapkan bahwa proyek Jalan Nggele–Langganu juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Bahkan, sejumlah warga dengan sukarela menyerahkan lahan dan tanaman produktif mereka tanpa meminta ganti rugi demi terwujudnya pembangunan infrastruktur tersebut.
“Masyarakat rela mengorbankan lahan dan tanamannya agar jalan ini bisa selesai dan dimanfaatkan banyak orang. Jangan sampai pengorbanan mereka sia-sia hanya karena proyek ini terbengkalai,” tuturnya.
Karena itu, KNPI Pulau Taliabu meminta Pemda dan DPRD memiliki komitmen yang sama untuk menjadikan penyelesaian Jalan Nggele–Langganu sebagai salah satu program prioritas pada Anggaran Perubahan 2026.
“Kami berharap Pemda dan DPRD Taliabu benar-benar memberi perhatian terhadap persoalan ini. Penyelesaian jalan ini sangat mendesak karena menyangkut kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya.
