Komunitas Anak Muda Sadar Sampah (Ankam) menyoroti penanganan sampah di Kota Ternate yang dinilai masih jauh dari optimal. Mereka mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate lebih serius menghadirkan langkah konkret untuk mengatasi persoalan yang disebut berpotensi menjadi βbom waktuβ bagi lingkungan dan masyarakat.
Koordinator Ankam, Fajar Megantara Wiradisastra, mengatakan persoalan sampah seharusnya menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah karena dampaknya dapat mengancam kualitas lingkungan dan kehidupan warga dalam jangka panjang.
βSampai saat ini pemerintah belum terlalu peduli terhadap permasalahan sampah. Padahal kita tahu persoalan sampah ini bisa menjadi bom waktu yang suatu saat dapat meledak dan mengganggu kestabilan kota,β kata Fajar, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut dia, keseriusan pemerintah menjadi langkah awal yang harus dibangun dalam upaya menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh. Selain itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama terkait pentingnya pemilahan sampah organik dan nonorganik sejak dari rumah tangga.
Fajar menilai sistem pengelolaan sampah yang berjalan saat ini masih belum sesuai harapan. Pasalnya, sampah organik dan nonorganik masih banyak tercampur sebelum diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
βSelama ini sampah organik dan nonorganik masih dicampur lalu dibuang ke TPA. Padahal pemilahan sejak awal sangat penting untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke lokasi pembuangan akhir,β ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi TPA Kota Ternate yang dinilai semakin mengkhawatirkan akibat kapasitas yang kian terbatas. Di sisi lain, belum adanya penerapan teknologi pengolahan sampah membuat timbunan sampah terus bertambah.
βKita bisa melihat langsung kondisi TPA yang sudah hampir penuh. Sampah terus menumpuk dan sampai sekarang belum ada teknologi yang digunakan untuk mengurangi volume sampah. Sistem yang digunakan masih open dumping,β katanya.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Ankam mengaku terus berupaya mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan. Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari aksi pembersihan sampah di kawasan darat dan pesisir hingga edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Program tersebut juga dijalankan melalui kolaborasi dengan Marine Debris Project Indonesia (MDPI).
Dalam aksi terbarunya di Kelurahan Makassar Timur, Kecamatan Ternate Tengah, Ankam berhasil mengangkut sedikitnya 15 karung sampah menggunakan gerobak. Bersamaan dengan kegiatan itu, mereka juga melakukan sosialisasi secara door to door kepada 15 kepala keluarga mengenai pemilahan sampah rumah tangga.
βHari ini kami mengangkut sekitar 15 karung sampah dan sekaligus melakukan edukasi langsung ke rumah-rumah warga mengenai pemilahan sampah,β tutur Fajar.
Meski telah bergerak hampir tiga tahun, Ankam mengaku masih menghadapi sejumlah kendala, terutama minimnya dukungan dari pemerintah daerah. Karena itu, mereka berharap Pemkot Ternate dapat menghadirkan program yang lebih konkret dan berkelanjutan untuk menekan timbulan sampah.
βHarus ada fasilitas pendukung dan program yang benar-benar bertujuan mengurangi sampah, bukan sekadar kegiatan seremonial atau pertemuan-pertemuan sesaat,β tegasnya.
Ankam juga membuka ruang kolaborasi bagi seluruh pihak, termasuk Pemerintah Kota Ternate, untuk bersama-sama membangun gerakan menjaga lingkungan agar tetap bersih dan terbebas dari persoalan sampah.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Musli Muhammad, yang dikonfirmasi melalui pesan singkat terkait persoalan tersebut belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
