Sambut Tamu JKPI, Disperindag Ternate Benahi Pusat Kuliner Belakang Mall

Giat sejumlah OPD Pemkot Ternate saat menggelar kerja bakti di Kawasan Pusat Kuliner. Foto: Istimewa/Cermat

Pemerintah Kota Ternate terus mematangkan persiapan menjelang rangkaian kegiatan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Salah satu yang menjadi perhatian adalah penataan kawasan pusat kuliner di belakang pusat perbelanjaan.

Penataan dilakukan melalui kerja bakti yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Koperasi dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), bersama para pedagang di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Nursidah DJ Mahmud, mengatakan kerja bakti difokuskan pada pembersihan lingkungan sekaligus merapikan area jualan para pedagang.

Baca Juga:  Ditjen Imigrasi dan Pemasyarakatan Kolaborasi Serahkan 5.000 Bibit Ikan ke Rutan Ternate

“Kita melakukan kerja bakti bersama para pedagang di belakang pusat kuliner mall. Tujuannya untuk merapikan tempat jualan sekaligus membersihkan kotoran-kotoran yang ada di sekitar lokasi berdagang,” kata Nursidah kepada Cermat, Selasa (25/8/2026).

Menurut Nursidah, kebersihan dan kerapian kawasan menjadi perhatian penting karena pusat kuliner tersebut akan menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi tamu selama berada di Kota Ternate.

Ia berharap penataan ini dapat menciptakan suasana yang lebih bersih dan nyaman, baik bagi tamu JKPI maupun masyarakat yang datang menikmati kuliner.

Baca Juga:  Gerakan Nasional 1000 Starup Digital Jadi Lumbung Prestasi Anak Muda Maluku Utara

“Tujuannya agar para tamu yang datang ke Kota Ternate merasa nyaman saat berkunjung ke pusat kuliner di belakang mall,” ujarnya.

Nursidah mengatakan kerja bakti dilaksanakan selama dua hari. Setelah agenda pembersihan dan penataan selesai, persiapan akan dilanjutkan dengan agenda pembukaan pada Rabu pagi.

Ia menambahkan, keterlibatan pedagang menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan kawasan secara berkelanjutan. Menurutnya, kebersihan tidak hanya perlu diperhatikan saat pelaksanaan JKPI, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama setelah kegiatan berakhir.

Baca Juga:  NHM Perkuat Komitmen ESG Lewat Penanaman Mangrove di Halmahera Utara
Penulis: Eko PujiantoEditor: Rian Hidayat