News  

Jaga Stabilitas Harga, Disperindag Ternate Rutinkan Operasi Pasar hingga Akhir 2026

Aktivitas Pasar Murah yang digelar Dinas Peridag Kota Ternate, Malut. Foto: Istimewa

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Maluku Utara, terus melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Salah satu langkah yang ditempuh yakni menggelar operasi pasar dengan menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Operasi pasar tersebut dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Rabu, yang dipusatkan di depan Kantor Disperindag Kota Ternate dengan melibatkan Perum Bulog dan Bank Indonesia (BI).

Sejumlah komoditas yang disediakan meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, telur, serta kebutuhan pangan lainnya seperti bawang, rica, dan tomat (barito).

Kepala Disperindag Kota Ternate, Nursida DJ Mahmud mengatakan, operasi pasar merupakan salah satu agenda pemerintah daerah untuk mengantisipasi gejolak harga bahan pokok.

“Ini merupakan salah satu agenda pengendalian inflasi. Operasi pasar ini dilakukan atas kerja sama dengan BI dengan tujuan untuk menunjang serta mengantisipasi keadaan bahan yang ada,” kata Nursida, Kamis, 5 November 2026.

Menurut dia, kegiatan tersebut menyasar masyarakat umum. Harga komoditas yang dijual diupayakan lebih rendah dibandingkan harga yang berlaku di pasaran sehingga dapat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga.

“Target sasarannya masyarakat umum, di mana harga yang ditawarkan sedikit di bawah harga pasar pada umumnya,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa operasi pasar tersebut merupakan program yang dijalankan mulai Agustus hingga Desember 2026 mendatang.

“Ini sudah kita rutinkan jadi sampai akhir tahun nanti,” ujarnya.

Keterlibatan Bulog dan BI menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan komoditas sekaligus mendukung pelaksanaan intervensi harga di tingkat konsumen.

Melalui kegiatan tersebut, Disperindag berharap masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Pemerintah juga diharapkan mampu menjaga kestabilan harga di tengah perubahan pasokan dan distribusi bahan pangan yang masih dipengaruhi kondisi dari luar daerah.

Operasi pasar ini menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi yang dilakukan Pemerintah Kota Ternate, selain pemantauan harga dan pengawasan distribusi bahan kebutuhan pokok.