News  

Forkopimda Halmahera Utara Lepas Tim Satgas Bencana ke Desa Doitia

Bupati Piet di dampingi Wakil Bupati Kasman didampingi Forkopinda saat diwawancarai awak media. Foto: Istimewa

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, secara resmi melepas Tim Satgas Gabungan Penanganan Bencana menuju Desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara, Sabtu 10 Januari 2026.

‎Pelepasan tim berlangsung di Pelabuhan Tobelo sekitar pukul 11 : 30 WIT dan dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, bersama unsur Forkopimda.

‎Tim Satgas Gabungan terdiri dari personel TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, BNPB, Tagana, Brimob, serta tenaga medis. Mereka diberangkatkan menggunakan Kapal KN SAR Pandudewanata milik Basarnas Provinsi Maluku Utara menuju wilayah terdampak banjir dan longsor.

‎Bupati Piet Hein Babua mengatakan pembentukan tim kemanusiaan ini merupakan respons cepat Pemerintah Daerah terhadap kondisi darurat bencana yang melanda sejumlah wilayah di Halmahera Utara, khususnya Desa Doitia yang saat ini terisolasi dan tidak dapat diakses melalui jalur darat maupun laut.

‎“Seluruh warga Desa Doitia dilaporkan mengungsi karena rumah mereka tertimbun pasir dan lumpur. Oleh karena itu, Pemda berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Basarnas untuk menyalurkan bantuan logistik serta menurunkan tim relawan,” ucap Piet.


‎Piet menegaskan, keterlibatan Forkopimda bersama TNI-Polri, Basarnas, dan tenaga medis merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam misi kemanusiaan membantu masyarakat terdampak bencana.

‎Penanganan darurat di Desa Doitia direncanakan berlangsung selama satu minggu. Apabila kondisi telah memungkinkan dan seluruh tugas selesai, tim akan ditarik kembali.

‎“Kami berharap seluruh personel yang bertugas tetap mengutamakan keselamatan dan waspada terhadap kondisi cuaca serta alam,” tandasnya.

‎Piet bilang sebanyak 35 personel diberangkatkan pada kloter pertama dan dilepas secara resmi oleh Forkopimda Halmahera Utara. Sementara itu, kloter kedua masih berada di Pelabuhan Tobelo sambil menunggu jadwal keberangkatan selanjutnya.

‎”Rencana keberangkatan kloter kedua menggunakan KM Pulau Kijang mengalami kendala teknis akibat kerusakan mesin,” pungkasnya.

Baca Juga:  Cipayung Plus Minta Pemkot Ternate Tuntaskan Pembangunan di Tiga Pulau Terluar 
Penulis: Samsul LaijouEditor: Redaksi