Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Arif Budiman, menegaskan audit kinerja yang dilakukan Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai sarana evaluasi dan perbaikan organisasi.
Hal itu disampaikan saat menutup kegiatan Taklimat Akhir Audit Kinerja Tahap I Aspek Perencanaan dan Pengorganisasian Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Polda Maluku Utara, Selasa, 9 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, para pejabat utama Polda Maluku Utara, serta para kapolres yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui sarana daring.
Dalam sambutannya, Arif Budiman menekankan bahwa audit kinerja merupakan bagian penting dari sistem pengawasan internal Polri yang bertujuan meningkatkan kualitas tata kelola organisasi.
“Audit tidak semata-mata bertujuan mencari kesalahan, melainkan menjadi sarana evaluasi, pembinaan, dan perbaikan tata kelola organisasi agar setiap program, kegiatan, serta penggunaan anggaran dapat berjalan efektif, efisien, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Menurut Arif, audit kinerja tahap pertama tahun ini difokuskan pada aspek perencanaan dan pengorganisasian karena kedua aspek tersebut menjadi fondasi utama keberhasilan pelaksanaan tugas Polri.
“Perencanaan yang baik akan menghasilkan arah kebijakan yang jelas, sasaran yang terukur, serta penggunaan anggaran yang tepat,” katanya.
Ia menambahkan, pengorganisasian yang baik juga menjadi faktor penting untuk memastikan pembagian tugas, tanggung jawab, dan pemanfaatan sumber daya berjalan secara optimal.
Karena itu, Arif meminta seluruh kepala satuan kerja (satker) dan satuan wilayah (satwil) memastikan setiap program dan anggaran disusun berdasarkan kebutuhan riil, didukung data yang akurat, serta berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.
“Selain itu, mekanisme koordinasi dan pengendalian internal juga harus berjalan tertib dan efektif,” tegasnya.
Kapolda menilai taklimat akhir audit kinerja ini harus menjadi momentum pembenahan yang nyata dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas perencanaan, pengorganisasian, penggunaan anggaran, serta pelayanan Polri kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan agar momentum pengawasan dan pemeriksaan (wasrik) tahap I dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi dan perbaikan kinerja organisasi, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Saya berharap Irwasda beserta jajaran dapat menjadi mitra konsultatif bagi satker dan satwil dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang lebih baik,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Arif turut mengapresiasi jajaran Irwasda Polda Maluku Utara dan seluruh tim audit yang dinilai telah menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan konstruktif. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh satker dan satwil atas dukungan selama proses audit berlangsung.
Di akhir sambutannya, Kapolda menekankan pentingnya optimalisasi peran kepala satuan dalam melaksanakan pengawasan melekat pada setiap tahapan kegiatan, menghindari temuan berulang melalui perbaikan berkelanjutan, serta membangun budaya kerja yang tertib, transparan, akuntabel, dan berintegritas.
