News  

Lapor Polisi, Ratusan Warga di Ternate Akui Jadi Korban Investasi Bodong Via Aplikasi

Para korban tengah mengajukan laporan di Mapolsek Ternate Utara. Foto: Eko Pujianto/cermat

Ratusan warga di Kota Ternate terpaksa mengadu ke polisi lantaran merasa ditipu dalam kasus dugaan investasi bodong via aplikasi. Warga yang didominasi emak-emak ini pun melaporkan perkara tersebut ke Polsek Ternate Utara, Jumat, 6 Februari 2026.

Para korban mengaku, laporan massal ini dipicu oleh macetnya proses pencairan dana pada aplikasi bernama Appenic, sejak Selasa, 3 Februari lalu. Padahal sebelumnya, skema bagi hasil yang dijanjikan sempat berjalan lancar.

Dalam kronologi kejadian, kemarahan warga memuncak saat akses pencairan dana mendadak diblokir secara sepihak oleh sistem.

Baca Juga:  Hatel Aranis

Sebelum melapor ke polisi, mereka sempat mendatangi salah satu rumah di Kelurahan Kasturian yang diduga kuat menjadi pusat koordinasi jaringan aplikasi ini di Ternate.

Berdasarkan pengakuan para korban, mereka rata-rata telah menyetorkan uang deposit sebesar Rp3,3 juta per orang.

Selain janji keuntungan besar, para member juga diberikan fasilitas berupa sertifikat keanggotaan, bahkan seragam khusus Gelar “Direktur” bagi mereka yang berhasil merekrut nasabah baru.

Baca Juga:  Keluarga Korban Lapor Mahasiswa yang Tampar Junior ke Polisi

“Korbannya bukan hanya di Ternate saja, tapi sudah tersebar di beberapa daerah lain,” ungkap Juria, salah satu korban saat ditemui di Mapolsek setempat.

Sementara Kapolsek Ternate Utara, IPTU Rizki Kurniawan, membenarkan adanya pengaduan massal tersebut. Hingga berita ini diturunkan, tercatat sudah ada 111 orang yang resmi melapor, jumlah ini diprediksi akan terus bertambah seiring banyaknya warga yang merasa dirugikan.

“Kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab di balik aplikasi Appenic ini,” singkat Rizki.

Baca Juga:  Panti Pijat di Ternate Dilarang Beroperasi Selama Ramadan 2025

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal dalam waktu singkat.