Kabupaten Pulau Morotai menjadi salah satu daerah di Provinsi Maluku Utara yang diundang dalam pertemuan nasional eliminasi HIV/AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria tahun 2030 yang digelar oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Pulau Morotai, dr. Diana Pinangkaan, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung sejak 28 April hingga 1 Mei 2026 dan diikuti oleh sejumlah daerah di Indonesia.
“Untuk Provinsi Maluku Utara, Morotai terpilih diundang oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) dalam rangka pertemuan eliminasi HIV/AIDS, TBC, dan Malaria 2030. Pertemuan itu di Lombok sejak 28 April hingga 1 Mei 2026,” kata Diana, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurutnya, dalam forum nasional tersebut Adinkes menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menekan penyebaran penyakit menular, khususnya HIV/AIDS, TBC, dan Malaria.
“Di mana mereka mengajak agar supaya Dinas Kesehatan tidak bekerja sendiri tetapi melibatkan LSM dan pihak terkait lainnya agar program-program bagi penderita penyakit seperti itu di tahun 2030 bisa tereliminasi, artinya bebas,” ujarnya.
Ia bilang, target eliminasi penyakit pada tahun 2030 membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat hingga lembaga swadaya masyarakat.
“Maka dari data-data yang ada diinginkan oleh Adinkes untuk membantu memutus mata rantai terhadap penyakit tersebut sehingga bisa tereliminasi,” jelasnya.
Selain membahas strategi eliminasi penyakit, kata Diana, forum tersebut juga menjadi wadah koordinasi antar daerah dalam memperkuat layanan kesehatan, sistem pendataan, edukasi masyarakat, hingga penanganan pasien secara terpadu.
“Kami berharap hasil dari pertemuan tersebut dapat memperkuat upaya penanganan penyakit menular di Morotai sekaligus mendukung target nasional eliminasi HIV/AIDS, TBC, dan Malaria pada tahun 2030,” tutupnya.
