News  

Pontensi Jadi Sumber PAD, DPRD Minta Pemkot Ternate Fungsikan Plaza Gamalama

Tampak depan Plaza Gamalama Modern di Ternate. Foto: Istimewa

Pemanfaatan aset daerah Plaza Gamalama kembali menjadi sorotan DPRD Kota Ternate. Wakil Ketua DPRD Kota Ternate, Jamian Kolengsusu, menilai plaza tersebut seharusnya tetap dipandang sebagai aset potensial yang bisa mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD), meski hingga kini belum memberikan kontribusi nyata.

Jamian bilang, dalam draf pengusulan pendapatan daerah tahun ini, Plaza Gamalama memang tidak lagi dimasukkan sebagai sumber potensi pendapatan karena sejak awal berdiri, aset tersebut belum menunjukkan hasil signifikan bagi kas daerah.

“Memang kalau di draf pengusulan, kayaknya sudah dihilangkan karena sejak Plaza Gamalama berdiri, belum memberikan kontribusi yang betul-betul nyata untuk pendapatan daerah,” kata Jamian saat diwawancarai cermat, Selasa, 27 Januari 2026.

Namun demikian, ia menilai anggapan bahwa Gamalama Plaza tidak potensial merupakan pandangan yang keliru. Ia menegaskan, bangunan tersebut merupakan aset daerah yang dibangun menggunakan anggaran besar dari APBD, sehingga tidak seharusnya dibiarkan terbengkalai.

“Itu aset daerah yang sudah dibangun dengan APBD yang begitu besar. Kemudian kita biarkan terlantar, tidak kita manfaatkan, lalu kita anggap itu bukan sumber pendapatan daerah. Ini pandangan keliru yang perlu kita luruskan,” tegas Jamian.

Ia menjelaskan, salah satu kendala utama pemanfaatan Plaza Gamalama terletak pada hasil penilaian tim Appraisal. Angka yang ditetapkan dinilai terlalu tinggi sehingga menyulitkan pihak ketiga yang berminat untuk bekerja sama.

“Permasalahannya ada di tim appraisal. Yang menilai Plaza Gamalama itu, akhirnya pihak ketiga yang ingin menggunakan, menganggap terlalu mahal,” katanya.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan aset tersebut. Jika kerja sama dengan pihak ketiga belum memungkinkan, menurutnya Pemerintah Kota Ternate bisa mempertimbangkan pengelolaan langsung oleh pemerintah.

Baca Juga:  Sidang Kasus Polisi KDRT di Halut Berlanjut, Begini Pengakuan Korban dan Pelaku

“Bisa saja kalau tidak dikerjasamakan dengan pihak ketiga, mungkin langsung dikelola oleh Pemerintah Kota. Ini yang belum ada cara pandang pemerintah untuk menghidupkan ini,” ujarnya.

Secara potensi, Jamian menilai Plaza Gamalama memiliki nilai strategis yang cukup besar. Lokasinya yang berada di pusat kota serta luas bangunan yang memadai dinilai mampu menunjang aktivitas ekonomi dan berkontribusi pada PAD.

“Sebenarnya potensi yang kita lihat cukup besar. Letaknya sangat strategis, luas bangunannya juga cukup untuk menunjang pendapatan daerah,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan langkah konkret dari pemerintah daerah untuk mencari solusi atas kebuntuan yang ada, termasuk kemungkinan meninjau ulang hasil appraisal melalui jalur hukum atau menggunakan tim penilai lain.

“Ini soal komunikasi yang harus dibangun pemerintah. Kalau belum capai kesepakatan, bisa pendekatan lain. Bahkan bisa saja membatalkan hasil appraisal dan menggunakan tim appraisal yang lain,” katanya.

Di akhir pernyataannya, seluruh aset daerah, termasuk Plaza Gamalama, harus diupayakan agar bisa memberi manfaat bagi daerah, terlepas dari besar kecilnya nilai kontribusi yang dihasilkan.

“Yang jelas itu aset daerah yang harus bisa kita manfaatkan untuk pendapatan daerah. Soal nilainya berapa, itu hal lain,” pungkasnya.

Penulis: Fahri AufatEditor: Ghalim Umabaihi