News  

600 Siswa SSB Ramaikan Festival KNPI Junior Football Tournament di Tidore 

Ketua KNPI Tidore, Mansyur Djamal saat menutup Festival KNPI Kota Tidore Kepulauan bertajuk Junior Football Tournament 2026. Foto: Istimewa

Festival KNPI Kota Tidore Kepulauan bertajuk Junior Football Tournament 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama empat hari di Lapangan Kelurahan Dowora, Kecamatan Tidore Timur, sejak Kamis, 22 Januari hingga Minggu, 25 Januari 2026.

Ajang sepak bola usia dini yang digagas Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore Kepulauan ini sukses menyedot antusiasme besar, dengan melibatkan hampir 600 siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku Utara.

Ketua KNPI Kota Tidore Kepulauan, Mansyur Djamal, menegaskan, festival ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar jangka panjang untuk membangun sistem pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan dan terarah.

Menurut Mansyur, partisipasi ratusan anak usia 9 hingga 12 tahun menjadi bukti kuat bahwa Maluku Utara memiliki potensi besar di dunia sepak bola. Karena itu, KNPI hadir mengambil peran strategis sebagai fasilitator dengan membuka ruang kolaborasi antara Sekolah Sepak Bola dan para pelatih yang selama ini menjadi ujung tombak pembinaan di lapangan.

“Jumlah peserta yang hampir mencapai 600 anak ini menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini memiliki basis yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana potensi ini dibina secara serius dan berkelanjutan, bukan hanya melalui turnamen sesaat,” ujar Mansyur.

Ia menjelaskan, Festival KNPI Junior Football Tournament 2026 dirancang sebagai ruang evaluasi dan pembelajaran bersama, baik bagi pemain muda maupun pelatih. Melalui ajang ini, diharapkan terjadi penguatan dasar teknik bermain, penanaman nilai sportivitas, serta pembentukan karakter sejak usia dini.

Lebih jauh, Mansyur menekankan bahwa pembinaan pesepak bola cilik tidak boleh semata-mata berorientasi pada prestasi di lapangan hijau. Anak-anak, kata dia, juga harus terus didorong untuk berprestasi di bidang akademik melalui pendidikan formal.

Baca Juga:  Balai Transportasi Darat Maluku Utara Bakal Uji Alat KIR Bantuan dari Kemenhub

“Selain prestasi olahraga lewat kompetisi sepak bola, anak-anak juga dituntut untuk berprestasi secara akademik di bangku sekolah. Sepak bola harus berjalan seiring dengan pendidikan,” tegasnya.

Pada penutupan festival, panitia turut mengumumkan para juara di masing-masing kelompok usia. Untuk kelompok U-9, juara pertama diraih SSB Santika, disusul SSB Gamalama di posisi kedua, SSB Nuku Jr sebagai juara ketiga, dan Asty Malut Akademik di peringkat keempat.

Di kelompok U-10, Asty Malut Akademik tampil sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati SSB Mayoma, diikuti SSB Milanisti Junior Merah di peringkat ketiga, serta Tunas Gamalama Biru sebagai juara keempat.

Sementara itu, kelompok U-11 dimenangkan oleh SSB Cendrawasih, disusul SSB Babullah di posisi kedua, SSB PPA Leleoto sebagai juara ketiga, dan SSB Tugumuda di peringkat keempat.

Adapun pada kelompok U-12, juara pertama diraih SSB IM Putih, diikuti SSB Nuku Jr sebagai juara kedua, SSB Poram di posisi ketiga, dan SSB Olimpic sebagai juara keempat.

Mansyur menegaskan, hasil pertandingan bukanlah tujuan utama dari festival ini. Yang jauh lebih penting adalah proses pembinaan, pengalaman bertanding, serta keseimbangan antara prestasi olahraga dan pendidikan bagi para pesepak bola usia dini.

“Turnamen ini adalah investasi jangka panjang. KNPI ingin memastikan anak-anak tumbuh bukan hanya sebagai atlet berprestasi, tetapi juga sebagai generasi muda yang cerdas dan berkarakter,” pungkasnya.

Penulis: Tim cermatEditor: Ghalim Umabaihi