News  

Satgas Saber Buka Hotline Pengaduan di Malut, Awasi Harga Pangan Jelang Ramadan 

Satgas Siber saat mengecek stok beras beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Maluku Utara resmi membuka hotline pengaduan masyarakat jelang bulan Ramadan hingga Idulfitri.

Hotline ini disiapkan untuk menampung seluruh laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran harga, distribusi, hingga peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu.

Pembukaan layanan pengaduan tersebut merupakan bagian dari penguatan pengawasan harga dan mutu pangan yang dilakukan secara nasional. Setiap laporan yang masuk akan langsung ditindaklanjuti oleh Satgas Saber yang bekerja serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Masyarakat Maluku Utara dapat menyampaikan laporan melalui hotline 0853-8545-0833. Satgas Saber menjamin kerahasiaan identitas pelapor.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Edi Wahyu Susilo, menegaskan, peran aktif masyarakat sangat penting untuk mencegah praktik permainan harga di lapangan.

“Silakan laporkan jika menemukan dugaan pelanggaran harga, kecurangan distribusi, maupun peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu,” ujar Edi, Senin, 9 Februari 2026.

Ia menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Harga Eceran Tertinggi (HET), serta Harga Acuan Pembelian dan Penjualan (HAP) berjalan sesuai ketentuan, mulai dari tingkat produsen hingga konsumen.

“Kami melakukan pengawasan secara intensif di 10 kabupaten dan kota di Maluku Utara, mencakup seluruh rantai pasok pangan dari produsen, distributor, pedagang eceran, hingga ritel modern,” ungkapnya.

Mantan Direktur Reskrimum Polda Maluku Utara itu juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak melakukan praktik permainan harga, khususnya di tingkat hilir. Pasalnya, setiap laporan yang masuk melalui hotline nasional akan ditindaklanjuti hingga ke daerah.

Adapun komoditas yang menjadi fokus pengawasan meliputi beras, jagung, kedelai, daging sapi dan kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng, serta gula konsumsi.

Baca Juga:  62 Kasus Bunuh diri di Halmahera Utara dalam 3 Tahun terakhir
Penulis: Samsul LEditor: Ghalim Umabaihi