News  

Satu Penumpang KM Intim Teratai Dilaporkan Kritis Pasca Karam di Perairan Makeang

Kapal Intim Teratai saat kandas di perairan Pulau Makian, Halmahera Selatan. Foto: Istimewa

Kapal Motor KM Intim Teratai dilaporkan karam di perairan Pulau Makeang, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, saat berlayar dari Pelabuhan Kupal menuju Pelabuhan Bastiong, Ternate, Selasa, 17 Februari 2026.

Kapal itu berukuran 494 Gross Tonnage (GT) dan dinahkodai Risman Laode Suardi. Kapal mengangkut 140 penumpang dalam pelayaran tersebut.

Dari total penumpang, satu orang dilaporkan dalam kondisi kritis dan segera dievakuasi menggunakan Kapal Patroli SBU milik Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara.

Kapolda Maluku Utara, Waris Agono, menjelaskan, penumpang yang kritis diprioritaskan untuk mendapat penanganan medis.

“Ada satu penumpang yang kritis, kami dahulukan. Saat ini dalam perjalanan menuju TPI menggunakan Kapal Patroli SBU Polairud. Dokter dan ambulans dari Dokkes Polda sudah disiapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sekitar satu jam setelah proses awal evakuasi, Kapal Wibisana BKO dari Mabes Polri turut dikerahkan untuk membantu penyelamatan korban. Namun, proses evakuasi terkendala oleh gelombang pantai yang cukup besar.

Di Pelabuhan Bastiong, pihak kepolisian juga telah menyiapkan bantuan logistik bagi para penumpang, anak buah kapal (ABK), serta kru penolong.

“Kami siapkan nasi bungkus untuk seluruh penumpang, ABK, dan kru penolong di Pelabuhan Bastiong,” katanya.

Menurutnya, proses evakuasi kemungkinan memerlukan waktu lebih lama karena posisi para penumpang berada di wilayah perairan dangkal, bukan di dermaga.

“Penumpang harus diangkut secara bertahap menggunakan perahu karet atau sekoci menuju kapal yang lebih besar,” pungkasnya.

 

Baca Juga:  Pemkab Morotai Kembali Raih Penghargaan UHC Award 2026
Penulis: Samsul LEditor: Ghalim Umabaihi