News  

Meriahnya Pawai Obor Ela-ela di Morotai

Ikatan Pelajar Mahasiswa Galo-Galo saat gelar pawai obor keliling kampung. Foto: Aswan Kharie/cermat.

Suasana penuh keindahan dan kemeriahan mewarnai aksi pawai obor yang dilakukan Ikatan Pelajar Mahasiswa Galo-Galo (IPMG) Pulau Morotai, Maluku Utara, Minggu, 15 Maret 2026.

Kegiatan pawai obor diawali dengan prosesi pembakaran obor atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai malam Ela-Ela oleh salah satu pengurus Masjid, Fahrufin Ngongano.

Setelah proses pembakaran, para pelajar, mahasiswa, serta masyarakat setempat kemudian membawa sekitar 1000 Ela-Ela untuk mengelilingi kampung. Suasana malam Ramadan di Desa tersebut pun tampak meriah dengan cahaya obor yang menyala sepanjang jalan desa.

Baca Juga:  Harita Nickel Bangun Kantor Kecamatan Pulau Obi, Halmahera Selatan

Usai mengelilingi kampu, Ela-Ela tersebut ditempatkan di area perkuburan umum. Tradisi tersebut dilakukan sebagai simbol untuk menerangi makam keluarga yang belum sempat dikunjungi atau dibersihkan.

Ketua IPMG, Aksa Saputra Kudo, mengatakan bahwa kegiatan pawai obor ini bukan pertama kali dilaksanakan, melainkan sudah menjadi agenda rutin yang digelar setiap tahun oleh para pemuda desa dalam menyambut malam Lailatul Qadar.

“Agenda di malam Ela-Ela ini bukan baru dilaksanakan, tetapi setiap tahun kita lakukan ketika datangnya malam Lailatul Qadar,” ujarnya.

Baca Juga:  Pertemuan Daerah WALHI Malut Tegaskan Perlawanan Ekstraktivisme di Bumi Kie Raha

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antar masyarakat terutama generasi muda.

“Kegiatan ini juga menjadi cara kami menjaga kebersamaan dan melestarikan tradisi yang sudah diwariskan oleh orang tua-tua di kampung,” jelasnya.

Sementara itu, sekretaris IPMG, Sagi F Moloku, menilai keterlibatan pelajar dan pemuda dalam kegjatan tersebut menunjukan masih kuatnya semangat generasi muda untuk menjaga nilai-nilai budaya dan keagamaan di desa.

Baca Juga:  Seorang Tahanan Kasus Penganiayaan di Halmahera Utara Meninggal di Lapas

“Kami ingin kegiatan seperti ini terus hidup dan tidak hilang. Karena harapannya, generasi setelah kami juga tetap melanjutkan tradisi malam Ela-Ela setiap tibanya bulan Ramadan,” tutupnya.

Penulis: Aswan KharieEditor: Rian Hidayat