News  

Redam Konflik, Polda Malut Fasilitasi Pertemuan Lintas Elemen Masyarakat di Halmahera Utara

Pertemuan dilakukan di ruang kerja Kapolres Halmahera Utara. Foto: Istimewa

Polda Maluku Utara mengambil langkah strategis untuk meredam dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Halmahera Utara.

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono, memerintahkan Direktur Intelkam Kombes Pol. Yushfi M. Nasution bersama Kabid Humas Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram untuk segera bertolak ke Tobelo. Kedua pejabat utama tersebut kemudian memfasilitasi pertemuan lintas elemen yang melibatkan aparat keamanan, pemerintah daerah, serta tokoh agama dan masyarakat.

Pertemuan digelar pada Senin, 30 Maret 2026 malam di Ruang Kapolres Halmahera Utara, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, sekitar pukul 21.00 WIT. Forum ini diprakarsai Polda Maluku Utara sebagai wujud kehadiran negara dalam menjaga stabilitas keamanan pasca sejumlah insiden yang sempat memicu ketegangan di tengah masyarakat.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Kapolres Halmahera Utara AKBP Ericshon Pasaribu, Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, Ketua PHGBI Yudhihart Noya, perwakilan FKUB Halut Ellsabeth Iwisara, tokoh agama Hi. Amir Hi. Saleh, PC NU Halut Husain Horu, Ketua MUI Halut Hi. Hadar Ahmad, Ketua GBI Halut Pdt. Theo Kumendong, Ketua PHBI Halut Iswan Lolahi, Ketua GMKI Halut Aksandry Kitong, serta tokoh pemuda Gunawan Abas.

Dalam forum tersebut, Kombes Pol. Yushfi M. Nasution menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menangani potensi konflik di masyarakat.

“Polisi hadir untuk memastikan komunikasi antar elemen tetap terbuka. Potensi kesalahpahaman yang sempat berkembang harus diminimalisir melalui klarifikasi langsung dari pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, turut mengapresiasi langkah cepat dan responsif Polda Maluku Utara dalam menangani dinamika kamtibmas di wilayahnya.

“Pemerintah daerah sangat berterima kasih atas inisiatif ini. Langkah ini menunjukkan bahwa negara hadir dan serius dalam menjaga stabilitas keamanan di Halmahera Utara,” katanya.

Apresiasi serupa juga disampaikan para tokoh agama, termasuk Ketua MUI Halut Hi. Hadar Ahmad dan perwakilan FKUB Halut Ellsabeth Iwisara. Mereka menilai forum tersebut menjadi ruang efektif untuk meluruskan informasi yang sempat berkembang di masyarakat.

Dalam pertemuan itu, para tokoh lintas agama sepakat bahwa percakapan yang sempat viral tidak mengandung unsur penistaan agama. Mereka juga menekankan pentingnya sikap saling menahan diri serta menjaga toleransi.

Sementara itu, Kapolres Halmahera Utara AKBP Ericshon Pasaribu menyampaikan pihaknya terus mengedepankan pendekatan persuasif, sekaligus melakukan identifikasi terkait insiden pelemparan yang sempat terjadi.

Ia menambahkan, dukungan dari tokoh masyarakat menjadi indikator positif terjalinnya sinergi antara warga dan aparat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

Sebagai langkah ke depan, seluruh elemen yang hadir berkomitmen untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi di media sosial serta aktif menyampaikan klarifikasi apabila ditemukan informasi yang keliru.

Kesepahaman ini dinilai penting, mengingat eskalasi isu kerap dipicu oleh penyebaran informasi yang tidak utuh di ruang digital. Dengan komitmen bersama tersebut, seluruh pihak berharap situasi di Halmahera Utara tetap kondusif.

Baca Juga:  Kenali 5 Titik Rawan Pelanggaran Ini Selama Operasi Zebra 2025 di Morotai
Penulis: Samsul LEditor: Ghalim Umabaihi