News  

Sultan Tidore Serukan Kedamaian di Tengah Konflik Dua Desa di Halmahera Tengah

Sultan Tidore Husain Alting Sjah. Foto: Istimewa

Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, menyerukan kepada seluruh masyarakat Maluku Utara, khususnya di Halmahera Tengah, untuk tidak mudah terprovokasi menyusul kisruh antara Desa Banemo dan Desa Sinenpope, Kecamatan Patani Barat, yang terjadi pada Jumat, 3 Maret 2026.

Di tengah situasi yang memanas, Sultan Husain mengajak semua elemen masyarakat untuk tetap tenang dan bersatu menjaga stabilitas daerah. Ia menekankan pentingnya menahan diri dari penyebaran isu maupun tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

“Dalam kondisi seperti ini, mari kita bergandengan tangan, menjaga ketertiban, dan tidak terpengaruh oleh hal-hal yang justru merugikan kita semua,” ujarnya.

Tak hanya itu, Sultan juga meminta aparat keamanan bertindak cepat dan tegas. Ia berharap jajaran TNI-Polri, mulai dari Kapolda hingga Kapolres Halmahera Tengah dan Dandim, dapat bersinergi dalam mengendalikan situasi agar tetap kondusif.

Sultan Husain juga mendesak Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Waris Agono, untuk segera mengusut tuntas konflik tersebut dan menangkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Pelaku harus ditindak tegas dan diberikan hukuman setimpal agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Sultan mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian di tanah Maluku Utara.

“Damai itu indah! Mari kitorang jaga Bumi Moloku Kie Raha ini agar tetap rukun,” pesannya.

Sebagai informasi, Halmahera Tengah merupakan bagian dari wilayah adat Kesultanan Tidore yang secara historis dikenal dengan sebutan Gam Range.

Baca Juga:  Soal Video Viral Kadisperindag, Wali Kota Ternate: Ini Menjadi Pelajaran Buat yang Lain
Penulis: Tim cermatEditor: Ghalim Umabaihi