News  

Kerja Sama 5 Tahun dengan Benfica, Malut United Bangun Akademi Sepak Bola Berkelas Dunia

Konferensi pers Malut United kerja sama dengan Benfica di Gelaran Kie Raha Ternate. Foto: Malut United

Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera (PT MMS), Dirk Soplanit, menegaskan keseriusan Malut United FC dalam mengembangkan akademi sepak bola sebagai bagian dari pembinaan pemain usia dini di Indonesia Timur.

Akademi yang diberi nama Akademi Merah Putih itu kini resmi bekerja sama dengan klub raksasa Portugal, SL Benfica. Kerja sama tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Stadion Gelora Kie Raha, Jumat, 15 Mei 2026.

Dalam keterangannya, Dirk menyebut David Glen, pemilik Malut United, tidak hanya berfokus pada prestasi klub di kompetisi sepak bola, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang besar terhadap masyarakat, khususnya anak-anak di Maluku Utara.

“Beliau ingin menghadirkan hiburan melalui sepak bola bagi masyarakat Maluku Utara. Dalam perkembangannya, beliau juga ingin mengangkat harkat dan martabat anak-anak yatim piatu maupun mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi,” ujar Dirk.

Atas dasar itu, Malut United membentuk Akademi Merah Putih untuk mencari dan membina bibit-bibit pemain potensial dari kalangan anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu.

Program perekrutan akan menyasar anak usia 7 hingga 9 tahun dari tiga wilayah, yakni Maluku Utara, Maluku, dan Papua. Akademi ini menargetkan merekrut total 70 anak, terdiri dari 45 anak muslim dan 20 anak non-muslim.

Menurut Dirk, akademi tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan sepak bola, tetapi juga pembentukan karakter dan moral para pemain muda.

“Sasarannya bukan hanya mencetak anak-anak yang memiliki kemampuan sepak bola, tetapi juga membentuk pribadi dengan moral yang tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, seluruh peserta akademi nantinya akan menjalani pendidikan formal di lingkungan Training Camp Malut United. Meski belajar di bawah naungan akademi, para siswa tetap akan mendapatkan administrasi resmi berupa ijazah dari sekolah formal yang bekerja sama dengan pemerintah.

Baca Juga:  Kronologi Nikah Sesama Jenis di Halsel, Penyebar Foto Pengantin Sempat Diancam

Selain pendidikan umum, anak-anak muslim akan mendapatkan pendidikan berbasis pesantren sebagai bagian dari pembinaan karakter. Sementara peserta non-muslim juga akan mendapatkan pendekatan pendidikan agama sesuai keyakinan masing-masing.

“Ketika mereka menjadi pemain profesional nanti, mereka bukan hanya hebat di lapangan, tetapi juga memiliki moral yang baik,” tambah Dirk.

Lebih jauh, Akademi Merah Putih ditargetkan tidak hanya melahirkan pemain untuk level nasional, tetapi juga pemain yang siap bersaing di panggung internasional.

Kerja sama dengan SL Benfica sendiri direncanakan berlangsung selama lima tahun. Namun, Dirk membuka peluang kerja sama itu diperpanjang sesuai perkembangan dan kebutuhan kedua belah pihak.

“Bisa saja diteruskan lebih dari itu, tergantung keinginan klub dan juga pihak SL Benfica,” ujarnya.

Sementara itu, Benfica International Technical Coordinator, Davide Manuel, menilai anak-anak dari Maluku Utara, Maluku, dan Papua memiliki bakat besar untuk berkembang menjadi pemain sepak bola berkualitas di masa depan.

Menurutnya, SL Benfica dan Malut United memiliki filosofi yang sama dalam membangun pemain muda.

“Kami memiliki filosofi yang sama, selalu ingin memenangkan pertandingan dan menjadi yang terbaik,” kata Davide.

Hal senada disampaikan Benfica International Business Manager, Lourenco Figueiredo. Ia menegaskan keseriusan pihak Benfica dalam mendukung pengembangan Akademi Merah Putih bersama Malut United.

Kerja sama ini diharapkan mampu melahirkan generasi pemain muda bertalenta dari Indonesia Timur yang mampu bersaing, baik di level nasional maupun internasional.

Penulis: Tim cermatEditor: Ghalim Umabaihi