News  

Kejari Halut Periksa Manager Pertamina Kupa-kupa dalam Kasus Dugaan Mafia BBM

Kasi Pidsus Kejari Halmahera Utara, Leonardus Yakadewa. Foto: Samsul/cermat

Tim penyelidik Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Utara melakukan pemeriksaan terhadap Sales Branch Manager Pertamina Kupa-kupa di Tobelo Selatan.

Manager yang diperiksa tim penyidik ini berinisial A. Ia diperiksa terkait kasus dugaan mafia BBM Bersubsidi jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di UPTD Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Maluku Utara.

A diperiksa karena tim penyidik ingin menggali lebih jauh bagaimana setiap bulan Pertamina Kupa-kupa menyuplai BBM Bersubsidi di UPTD.

Informasi yang diterima cermat, dalam kasus ini, BBM bersubsidi jenis solar ini diperuntukkan nelayan kecil di Halmahera Utara. Tetapi ada oknum yang sengaja menjual kepada pengusaha dengan harga yang ditentukan UPTD.

Dengan ada praktik tersebut, roda perputaran ekonomi pada nelayan kecil sangat berdampak karena minyak bersubsidi yang diperuntukkan untuk nelayan malah dijual oknum UPTD untuk kepentingan pribadi.

Kajari Halmahera Utara, Muhammad Ahsan Thamrin melalui Kasi Pidsus Leonardus Yakadewa ketika dikonfirmasi cermat, membenarkan hari ini tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

“Masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. Hari ini dari pihak Pertamina Kupa-kupa. Mereka memberikan keterangan berapa BBM Subsidi tiap Bulan untuk SPBUN,” jelas Leon sapaan akrap Leonardus Yakadewa, Rabu, 1 November 2023.

Mantan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Kejari Nabire ini bilang, saat ini pihaknya telah menjadwalkan pemanggilan terhadap pejabat di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara.

“Kita sudah panggil, hanya saja yang bersangkutan masih ada kegiatan di luar. Sementara kita jadwalkan ulang lagi,” pungkasnya.

—–

Penulis: Samsul Laijou

Editor: Ghalim Umabaihi

Baca Juga:  Hilirisasi Nikel Kebanggaan Jokowi Bikin Hutan Halmahera Tergerus