PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kembali menorehkan prestasi di bidang pengelolaan lingkungan dengan meraih penghargaan PROPER Biru dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) periode 2025–2026.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa NHM telah memenuhi seluruh persyaratan dasar pengelolaan lingkungan hidup dan menjalankan kegiatan operasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sertifikat PROPER Biru diserahkan dalam acara yang berlangsung di Sofifi pada 10 Juni 2026. Penghargaan itu diterima langsung oleh Manajer Health, Safety & Environment (HSE) NHM, Widi Wijaya, dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Utara, Halim Muhammad.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan instansi pemerintah, perusahaan pertambangan, serta berbagai pelaku usaha di Maluku Utara sebagai bagian dari agenda apresiasi terhadap perusahaan peserta PROPER yang dinilai memiliki kinerja baik dalam pengelolaan lingkungan.
PROPER merupakan program evaluasi resmi yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menilai tingkat ketaatan perusahaan dalam mengelola lingkungan. Program ini bertujuan mendorong kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), serta memperkuat penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Manajer HSE NHM, Widi Wijaya, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang kembali diraih perusahaan pada periode penilaian tahun ini.
“Alhamdulillah, NHM mendapatkan PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk penilaian tahun 2025–2026. Dengan hasil tersebut, NHM dinyatakan memenuhi ketentuan atau comply terhadap regulasi yang berlaku. Kami berharap pencapaian ini dapat terus memotivasi seluruh tim untuk memberikan yang terbaik dalam pengelolaan lingkungan dengan dukungan dari semua pihak,” ujar Widi.
Menurutnya, tantangan pengelolaan lingkungan ke depan akan semakin besar seiring meningkatnya standar penilaian PROPER yang menuntut perusahaan terus melakukan perbaikan dan inovasi.
“Tantangan ke depan adalah pemenuhan regulasi PROPER yang semakin ketat. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan berbagai upaya pengelolaan lingkungan. Harapannya, operasional NHM tidak hanya memenuhi seluruh ketentuan perundang-undangan, tetapi juga mampu meningkatkan kinerja menuju aspek beyond compliance sebagai salah satu syarat untuk mencapai PROPER Hijau,” katanya.
Bagi NHM, pengelolaan lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Karena itu, perusahaan terus menerapkan standar operasional yang mengedepankan kepatuhan, pengelolaan risiko lingkungan secara berkelanjutan, serta perbaikan berkesinambungan dalam setiap aktivitas operasional.
Melalui komitmen tersebut, NHM berupaya menjaga keseimbangan antara kegiatan pertambangan, perlindungan lingkungan, serta penciptaan manfaat bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Raihan PROPER Biru ini sekaligus menjadi pijakan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja lingkungan menuju kategori yang lebih tinggi pada periode penilaian mendatang.
