News  

Puluhan Penyandang Disabilitas di Taliabu Akan Ikut Asesmen dari Kemensos

Kepala Dinas Sosial, Pulau Taliabu, Maluku Utara, Kuraisia Marsaoly. Foto: La Ode Hizrat Kasim/cermat

Sebanyak 80 penyandang disabilitas di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, akan menjalani asesmen oleh Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Nipotoi Palu akhir Juli 2026 ini. Asesmen tersebut menjadi tahapan awal sebelum penyaluran berbagai alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Sebelumnya, Dinas Sosial (Dinsos) Pulau Taliabu mengusulkan 135 sasaran disabilitas kepada Kemensos. Namun, setelah proses sinkronisasi antara proposal dan data lapangan, sebanyak 80 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti asesmen.

Kepala Dinas Sosial Pulau Taliabu, Kuraisia Marsaoli, mengatakan Sentra Nipotoi Palu yang merupakan unit pelaksana Kemensos telah merespons usulan tersebut dan dijadwalkan turun langsung ke Pulau Taliabu pada akhir Juli.

“Alhamdulillah, proposal disabilitas Pulau Taliabu telah direspons. Bulan Juli ini tim dari Sentra Nipotoi Palu akan datang melakukan assessment terhadap sasaran disabilitas yang telah kami usulkan,” kata Kuraisia kepada Cermat, Senin (6/7/2026).

Untuk mendukung pelaksanaan asesmen, Dinsos akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) agar pemerintah desa menyampaikan informasi kepada para penerima manfaat supaya berada di tempat saat tim Kemensos melakukan pendataan.

Menurut Kuraisia, setelah asesmen selesai, sebagian penyandang disabilitas akan dirujuk ke Sentra Nipotoi Palu untuk menjalani pengukuran sebelum alat bantu diserahkan.

“Setelah assessment nanti ada beberapa penyandang disabilitas yang akan dibawa ke Sentra Nipotoi Palu untuk dilakukan pengukuran sesuai kebutuhan alat bantu,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat yang membutuhkan bantuan alat bantu disabilitas agar memanfaatkan kesempatan tersebut melalui Dinas Sosial.

“Kami mohon doa agar seluruh proses berjalan lancar. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dari Kemensos, seperti kaki palsu, tangan palsu maupun alat bantu lainnya, silakan berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar dapat kami proses,” tutupnya.

Baca Juga:  Gerakan Pangan Murah Pemkab Morotai Jelang Nataru

Adapun total alat bantu yang direncanakan disalurkan mencapai 108 unit, terdiri atas 42 kursi roda untuk penyandang disabilitas fisik, penderita lumpuh anggota gerak dan lansia sakit kronis, 24 tongkat kaki, 32 alat bantu dengar, 7 tangan palsu, serta 3 kaki palsu.

Penulis: La Ode Hizrat KasimEditor: Rian Hidayat