News  

Siswa Melebihi Kapasitas Ruangan, SMAN 1 Morotai Butuh Fasilitas Baru

Magdalena, Plt. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Morotai. Foto: Aswan Kharie/cermat

SMA Negeri 1 Morotai, Maluku Utara, masih menghadapi keterbatasan sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar dan aktivitas sekolah. Salah satu kebutuhan mendesak adalah aula yang kapasitasnya jauh di bawah jumlah peserta didik.

Plt Kepala SMA Negeri 1 Morotai, Magdalena, mengatakan sekolah saat ini memiliki sekitar 732 siswa. Namun, aula yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 100 hingga 200 orang.

“Kami memang sering melaporkan ke bagian sarpras terkait dengan kebutuhan aula sekolah karena tidak memadai untuk kapasitas tujuh ratusan lebih siswa,” kata Magdalena saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 2 September 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat aula tidak dapat digunakan untuk kegiatan yang melibatkan seluruh siswa secara bersamaan. Dengan kapasitas yang terbatas, sekolah harus menyesuaikan jumlah peserta dalam setiap kegiatan.

“Karena aula yang ada itu bisa terisi hanya seratus hingga dua ratus siswa saja,” ujarnya.

Selain aula, kebutuhan pembenahan sejumlah laboratorium juga menjadi perhatian. Laboratorium biologi dan komputer masih aktif digunakan untuk mendukung proses pembelajaran. Sementara laboratorium kimia dan fisika membutuhkan rehabilitasi serta penambahan sejumlah fasilitas.

“Untuk lab yang mau direhab itu adalah lab kimia sama lab fisika. Cuma lab fisika ini sering digunakan, hanya saja ada banyak yang kurang,” jelasnya.

Untuk perpustakaan, Magdalena memastikan fasilitas tersebut masih dapat digunakan setiap hari oleh siswa maupun guru untuk menunjang kegiatan pendidikan.

“Untuk perpustakaan sendiri aman dipakai setiap hari,” katanya.

Keterbatasan juga terjadi pada akses internet bagi siswa. Saat ini jaringan internet sekolah belum dapat disediakan secara khusus untuk seluruh peserta didik. Fasilitas internet yang tersedia lebih banyak digunakan untuk kebutuhan guru.

“Untuk internet sendiri memang sekolah belum memfasilitasi sampai ke siswa, tapi untuk bapak ibu guru sudah, yaitu menggunakan Starlink sama IndiHome,” tutur Magdalena.

Baca Juga:  Sibuk, Plt Gubernur Maluku Utara Tidak Indahkan Panggilan Jaksa

Sementara siswa masih mengandalkan paket data pribadi untuk mengakses internet. Sekolah belum mampu menyediakan kuota secara gratis bagi seluruh siswa karena jumlahnya yang cukup besar.

“Untuk siswa sendiri mereka masih pakai kuota internet pribadi karena kami belum sanggup untuk tujuh ratus tiga puluh dua siswa ini diberi kuota gratis,” sambungnya.

Atas kondisi tersebut, pihak sekolah berharap adanya dukungan pemerintah untuk pembangunan fasilitas baru, khususnya aula yang mampu menampung seluruh siswa dan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan.

Magdalena mengatakan kebutuhan pembangunan aula baru sebelumnya telah disampaikan kepada Wakil Gubernur Maluku Utara.

“Kami sangat berharap seperti yang pernah kami usulkan ke Pak Wakil Gubernur sendiri juga bahwa dapat memiliki aula yang baru,” ujarnya.

Ia berharap aula baru nantinya dibangun dengan konsep multifungsi. Selain menjadi tempat pertemuan dan kegiatan sekolah, gedung tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas olahraga atau gedung olahraga (GOR).

“Kalau pun aula itu multifungsi, berarti di dalamnya juga bisa diadakan untuk kepentingan GOR. Itu harapan kami,” tutupnya.

Penulis: Aswan KharieEditor: Rian Hidayat