News  

SPPG di Sula Bantah Informasi Balita Keracunan Usai Santap MBG

SPPG Kabau Darat di Kepulauan Sula, Maluku Utara saat menyeterilkan makanan untuk didistribusikan kepada penerima manfaat. Foto: Doc. SPPG/cermat

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kabau Darat di Kepulauan Sula, Maluku Utara, membantah adanya informasi balita diduga keracunan usai menyantap susu dari Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala SPPG setempat, Gunawan Sibela, mengaku bahwa balita tersebut sebenarnya hanya muntah-muntah, bukan mengalami keracunan.

“Kabar balita keracunan karena mengonsumsi MBG itu tidak benar atau hoaks. Sebab, saya langsung mengunjungi puskesmas untuk mencari kebenaran dan informasi masalah terkait,” kata Gunawan kepada cermat, Minggu, 8 Maret 2026.

Baca Juga:  Peringati HUT Adhayaksa, Jaksa di Malut Ziarah Makam Pahlawan Banau

Ia juga menanyakan hal tersebut ke kepala puskesmas untuk mengetahui apakah ada indikasi keracunan atau tidak. Namun, kata dia, balita yang mengonsumsi susu dari MBG itu sangat berlebihan dalam keadaan perut kosong.

“Selain kami menanyakan ke kepala puskesmas, kami juga langsung melakukan konfirmasi ke orang tua balita tersebut. Orang tua balita juga membenarkan bahwa anaknya tidak keracunan, tapi berlebihan mengonsumsi susu dari MBG dalam keadaan perut kosong,” jelasnya.

Ia menegaskan, SPPG Kabau Darat sangat ketat terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dari pra hingga pascaproduksi. Sehingga hal-hal seperti keracunan akibat makanan sangat kecil kemungkinan untuk terjadi.

Baca Juga:  Mubes Fagogoru ke-5 Siap Dihelat, Ribuan Peserta Dipastikan Hadir

“Di bulan puasa ini paket kemasan MBG yang kami bagikan adalah paket sehat makanan kering yang meliputi pengawasan SPPG. Selain itu, untuk orang tua penerima manfaat dapat juga mengawasi anak-anak dalam keadaan steril,” ujarnya.

Selain itu, Mitra MBG Kabau Darat, Aditya tamimi membantah adanya keracunan akibat susu MBG. Ia bilang, dirinya berada di tempat saat suplier mengantarkan susu ke dapur MBG dan ikut memantau penyortiran dengan ketat.

“Saya memerhatikan betul tanggal Daluwarsa dan kelayakan dari setiap produk. Jadi sangat tidak mungkin ada masalah dari segi produknya. Kalau pun masalahnya ada pada produknya maka pastinya yang keracunan bukan hanya satu balita namun berskala banyak,” kata Aditya Tamimi.

Ia juga menekankan kepada masyarakat Kepulauan Sula untuk tidak terkooptasi dengan kabar yang tidak benar atau hoax tanpa mengonfirmasi ke pihak yang bersangkutan.

Baca Juga:  HARITA Operasikan Lini Produksi Kedua Untuk Pemurnian Nikel di Pulau Obi

Di lain sisi, dokter puskesmas Kabau, Amanda Damayanti memperkuat argumen bahwa balita tersebut muntah-muntah bukan karena keracunan mau pun alergi. Namun, berlebihan mengonsumsi susu saat perut kosong.

“Dari pemeriksaan yang kami lakukan, tidak ada tanda-tanda keracunan, jika alergi pun pasti muncul tanda seperti penolakan tubuh. Namun tidak ada gejala semacam itu. Intinya, kabar yang beredar balita keracunan akibat MBG itu adalah HOAX,” tegasnya.

Penulis: La Ode Hizrat KasimEditor: Rian Hidayat