News  

Yuk Datang! Festival Salawaku 2026 Siap Meriahkan Benteng Oranje

Festival Salawaku diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan BI, tetapi juga menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif dan penguatan identitas budaya Maluku Utara. Foto: Istimewa

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara kembali menghadirkan Festival Salawaku 2026. Kegiatan yang menggabungkan promosi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelestarian budaya, serta pengembangan ekonomi kreatif ini dijadwalkan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Benteng Oranje, Kota Ternate.

Festival Salawaku menjadi salah satu upaya BI Maluku Utara mendorong potensi ekonomi lokal agar semakin berkembang dan memiliki daya saing. Berbagai produk unggulan daerah, mulai dari kuliner, wastra, kerajinan, hingga karya ekonomi kreatif, akan mendapat ruang promosi dalam kegiatan tersebut.

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, menjelaskan Festival Salawaku sejak awal diinisiasi sebagai wadah untuk mempercepat pengembangan UMKM sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Maluku Utara.

Menurut Handi, potensi ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam. Kreativitas masyarakat, kekayaan budaya, produk unggulan lokal, dan sektor pariwisata juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.

Karena itu, BI menghadirkan Festival Salawaku sebagai ruang pertemuan antara pelaku UMKM, masyarakat, pemerintah, lembaga keuangan, dan berbagai mitra usaha.

“Festival Salawaku ini hadir sebagai wujud nyata bagaimana kita terus berupaya untuk mengakselerasi dan juga mengimplementasikan program pengembangan UMKM di lapangan,” kata Handi dalam media briefing, Selasa (3/11/2026).

Ia mengatakan, penyelenggaraan tahun ini tidak hanya berorientasi pada pameran dan penjualan produk. BI juga ingin memperkuat branding, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta membuka akses pembiayaan bagi UMKM.

Pendekatan tersebut menjadi pengembangan dari penyelenggaraan perdana Festival Salawaku pada 2025. Saat itu, festival melibatkan 63 UMKM lokal yang memamerkan berbagai produk, mulai dari kuliner, makanan olahan hingga wastra khas Maluku Utara.

Pada penyelenggaraan tahun kedua, BI berupaya memperluas manfaat festival melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Handi menyebutkan, jumlah UMKM di Maluku Utara mencapai 194.996 unit usaha. Sekitar 60 persen di antaranya terkonsentrasi di Kabupaten Halmahera Selatan dan Kota Ternate. Sektor tersebut juga menyerap lebih dari 580 ribu tenaga kerja.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam peningkatan kapasitas produksi, penguatan merek, akses pasar, dan pembiayaan.

Melalui Festival Salawaku, BI mendorong pelaku usaha agar tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki kemampuan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Mengangkat Budaya dan Kreativitas Lokal

Festival Salawaku 2026 mengusung semangat Lestarikan Budaya, Kembangkan Karya, Ekonomi Inklusif.

Tema tersebut menjadi upaya menghubungkan kekayaan budaya Maluku Utara dengan pengembangan ekonomi kreatif. Wastra, kuliner, seni, dan potensi pariwisata diharapkan tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang semakin kuat.

Sebelum puncak festival, BI telah menggelar sejumlah kegiatan melalui program Road to Salawaku sejak Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut antara lain pelatihan diversifikasi produk olahan perikanan, pelatihan menjahit dan konveksi bagi santriwati, pengolahan sampah menjadi budidaya maggot, serta peningkatan kapasitas kelompok sadar wisata.

Sementara pada puncak kegiatan di Benteng Oranje, pengunjung akan disuguhkan berbagai agenda, seperti pameran UMKM, pertunjukan seni dan budaya, kompetisi kreatif, bincang edukasi, hingga hiburan masyarakat.

Festival ini juga menjadi ruang edukasi mengenai kebanksentralan, penggunaan Rupiah, sistem pembayaran digital, serta perlindungan konsumen.

BI Maluku Utara berharap Festival Salawaku tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha lokal.

Melalui kegiatan tersebut, produk UMKM diharapkan semakin dikenal, jaringan pemasaran semakin luas, dan kekayaan budaya Maluku Utara dapat terus berkembang sebagai bagian dari kekuatan ekonomi daerah.


Penulis: Rian Hidayat