Firdaus Amir, yang dijuluki sebagai ‘Orang Desa’ ini, tak kuat menahan tangisnya saat memberikan sambutan setelah terpilih sebagai Ketua Umum BPD dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI HIPMI Maluku Utara, yang diselenggarakan di Arsama Haji, Kelurahan Ngade, Ternate Selatan, Kota Ternate, Minggu 08 Februari 2026.
Di hadapan para pendukungnya, dari berbagai Badan Pengurus Cabang (BPC) dalam forum tertinggi organisasi pengusaha muda itu, Firdaus bertutur, bahwa keuletan, kesabaran, orang-orang biasa, akan sampai pada puincaknya; Ia membuktikan, sebagai orang desa, memimpin organisasi seperti ini.

Momen terpilihnya Firdaus sebagai ketua pun dihadiri langsung oleh Badan Pengurus Pusat dari Ketua, Sekjen, Hingga Wakil Sekretaris. Sejumlah perwakilan BPC pun hadir, di antaranya BPC Halmahera Timur, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Selatan, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Kota Ternate, hingga Pulau Taliabu.
“Orang tua saya, opa yang selalu memberi dukungan, Abang Ded, Abang Muis yang selalu mendoakan saya. Saya bangga berjuang bersama kalian. Kita berangkat dari desa, dan seluruh pendukung yang terus menerima saya sampai hari ini,” ungkap Firdaus, seraya berterima kasih. Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya bukan semata kemenangan pribadi, melainkan kemenangan seluruh kader HIPMI Maluku Utara.
BPP HIPMI Tegaskan Musda Sah, Tak Ada Dualisme
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris BPP HIPMI, M. Hadi Nainggolan, sekaligus Carteker BPD HIPMI Maluku Utara menegaskan bahwa Musda VI HIPMI Maluku Utara merupakan momentum bersejarah dan sah secara organisasi. “Ini musyawarah yang resmi bahkan dihadiri langsung oleh BPP HIPMI,” tegasnya.

Menurutnya, seluruh proses Musda berada dalam pengawalan langsung pengurus pusat, mulai dari Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, hingga Ketua OKK BPP HIPMI, termasuk penerbitan SK caretaker sebelumnya.
“Ini sah dan legitimate. Musda ini dikawal langsung oleh Ketua Umum, Sekjen, dan Ketua OKK. Jadi tidak ada alasan untuk mendiskualifikasi kepengurusan yang terbentuk,” tegasnya.
Hadi juga menegaskan bahwa tidak ada dualisme kepengurusan HIPMI Maluku Utara. Kepemimpinan yang lahir dari Musda VI adalah satu-satunya kepengurusan yang diakui secara organisatoris.
Ia mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga solidaritas dan tidak terpecah oleh perbedaan pandangan.
“Kalau ada yang belum sepakat, mari kita selesaikan secara demokratis. Mandat organisasi ada pada Ketua Umum BPP HIPMI, dan sudah ditunjuk untuk diselesaikan secara tertib dan aman,” katanya.
Hadi juga menyampaikan pesan BPP HIPMI agar ketua terpilih mampu memperluas peran HIPMI sebagai rumah besar bagi pengusaha muda di Maluku Utara.
“HIPMI harus melebarkan sayap dan menjaring semua. Jangan ada yang berkecil hati,” ujarnya.
Sementara itu, Firdaus merumuskan tiga filosofi utama kepemimpinannya ke depan, yakni membangun prestasi kader, melahirkan insan-insan inspiratif, serta menciptakan legacy yang membawa perubahan nyata bagi Maluku Utara.
“Kader HIPMI Maluku Utara harus berprestasi, mencetak pengusaha-pengusaha baru, menjadi insan yang inspiratif, serta membangun legacy yang bermanfaat bagi daerah,” tandasnya.
Musda VI HIPMI Maluku Utara resmi ditutup dengan semangat rekonsiliasi dan persatuan. Caretaker yang juga Wasekjen BPP HIPMI menegaskan bahwa tahapan selanjutnya adalah pelantikan pengurus baru, yang akan dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi.
Dengan pengesahan dari BPP HIPMI, kepemimpinan BPD HIPMI Maluku Utara kini berada dalam satu komando yang sah, menandai berakhirnya seluruh dinamika menuju konsolidasi organisasi yang lebih solid ke depan.
