News  

Sosok Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Pesisir Tanjung Labara, Pulau Obi

Anggota Ditpolairud Polda Malut bersama warga saat mengevakuasi korban yang terapung di pesisir pantai. Foto: Istimewa

Seorang perempuan berinisial WRL (70), warga Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di pesisir Pantai Tanjung Labara, Desa Jikotamo, Sabtu, 21 Februari 2026.

Korban yang diketahui berprofesi sebagai petani itu pertama kali ditemukan oleh seorang saksi bernama Once. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan dan ditindaklanjuti oleh personel KP•XXX-2006 Direktorat Polairud Polda Maluku Utara.

Kasubdit Gakkum Direktorat Polairud Polda Maluku Utara, Kompol Riki Arinanda menjelaskan, sebelum jasad korban ditemukan, saksi Once bersama rekannya, Jaka, mendatangi karamba milik Once yang berada tidak jauh dari Tanjung Labara. Di lokasi tersebut, keduanya bertemu dengan Diman, penjaga karamba.

Diman sempat menceritakan bahwa beberapa jam sebelumnya ia mendengar suara seseorang meminta tolong dari arah daratan, sekitar 50 meter dari karamba. Namun, karena suara itu terdengar samar dan lokasi tersebut jarang dilalui orang, ia tidak menaruh curiga.

“Mendengar cerita itu, Once mengajak Jaka untuk mengecek lokasi yang dimaksud menggunakan bodi (perahu kecil). Saat tiba di sekitar tempat tersebut, keduanya dikejutkan dengan sesosok mayat yang terapung di pesisir Pantai Tanjung Labara,” jelas Riki.

Mengetahui hal tersebut, Once segera menghubungi anggota Polsek, Brigpol Saputra, melalui telepon untuk melaporkan penemuan itu. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke personel KP•XXX-2006 yang langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).

“Anggota KP•XXX-2006 bersama para saksi kemudian mengevakuasi korban ke rumah duka,” ujar Riki.

Riki menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga, korban selama ini mengalami gangguan kejiwaan dan telah beberapa tahun terakhir tinggal seorang diri. Dalam kesehariannya, korban diketahui sering berjalan-jalan sambil membawa sebungkus pakaian.

Keluarga korban, lanjutnya, telah mengikhlaskan peristiwa tersebut dan meminta kepada pihak kepolisian agar tidak dilakukan visum terhadap jenazah.

Baca Juga:  Loloskan Tes Kesehatan Sherly Tjoanda, KPU Malut: Sesuai Rekomendasi Dokter
Penulis: Samsul LEditor: Ghalim Umabaihi