News  

Dirjen Polpum Kemendagri Ajak Warga Taliabu Tekuni Sektor Pertanian

Dirjen Polpum Akmal Malik, Bupati Taliabu, Sashabila Widya L Mus, dan Forkopimda Pulau Taliabu, Maluku Utara saat melakukan penanaman bibit cabai di SMP N Kawalo. Foto: La Ode Hizrat Kasim/cermat

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Akmal Malik, mengajak masyarakat Pulau Taliabu untuk menekuni sektor pertanian.

Hal itu disampaikan Akmal saat menggelar kunjungan kerja di Pulau Taliabu, Maluku Utara. Menurut ia, jalan menjadi petani merupakan langkah strategis yang patut diajarkan pada anak sejak usia dini. Pertanian juga dapat menopang kesejahteraan.

Akmal melakukan kunjungan dan berbagi pengalaman ke anak sekolah di Pulau Taliabu. Salah satunya Sekolah Menengah Pertama Negreri (SMP N) Kawalo, Taliabu Barat.

Baca Juga:  Anggota KPPS Galela Selatan Diduga Coblos Surat Suara Berulang Kali, Bawaslu Proses Hukum

Dalam kesempatan itu, Akmal bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan dialog di sekolah yang menjadi fokus Pemerintah Daerah Pulau Taliabu.

“Ayo. Siapa yang mau jadi petani. Petani yang produktif itu sangat penting bagi program Presiden Prabowo. Yaitu kebutuhan pangan terhadap Makanan Bergizi Gratis (MBG),” ujarnya kepada para siswa di Taliabu, Jumat, 27 Februari 2026.

Di sisi lain, dirinya menekankan bahwa sektor pertanian merupakan bagian penting sebagai penyuplai pangan dalam program MBG. Untuk itu, pemerintah daerah harus melakukan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pulau Taliabu.

Baca Juga:  Kapolda Malut Bentuk Satgas Gabungan Usut Dugaan Penjualan Ore NikelĀ 

“Walaupun saya aslinya Dirjen Politik, tapi saya akan buat politik kita ke depan menjadi politik pangan di Indonesia atau politik penyajian pangan,” ujarnya.

Selain itu, ia membandingkan antara petani Indonesia dan Petani di Negara Singapura yang sektor taninya sangat masif.

“Perani di luar negeri itu sangat beda dengan Indonesia. Kalau di negara kita ini rata-rata petani berusia di atas 50 tahun. Artinya, tenaga petani kita sangat tidak layak,” jelasnya.

Baca Juga:  Eks Pemain Timnas Armenia Wbeymar Angulo Resmi Berkostum Malut United

Akmal pun berharap anak usia dini di Pulau Taliabu berbondong-bodong beralih status menjadi petani. “Kalau saya sudah tidak jadi menteri lagi, saya akan fokus ke petani dan urus tanaman-tanam holtikultura saya,” tutupnya.

Penulis: La Ode Hizrat KasimEditor: Rian Hidayat