News  

Ramadan Berbagi: Pemuda Jambula Santuni Panti Asuhan dan Bagikan Iqra ke TPQ

Foto bersama pemuda jambula usai kegiatan buka bersama. Foto: Eko Pujianto/cermat

Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan Lembaga Kepemudaan Jambula. Dalam sebuah kegiatan sosial dan keagamaan, para pemuda menggelar buka puasa bersama, berbagi takjil di panti asuhan, hingga mendistribusikan buku Iqra untuk sejumlah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

Kegiatan tersebut turut dihadiri tokoh agama Dr. Syarir Ibnu yang memberikan tausiah keagamaan di hadapan para pemuda dan tamu undangan.

Ketua Kepemudaan Jambula, Aldrian Ishak, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Ramadan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat silaturahmi antara pemuda dan masyarakat.

Baca Juga:  Sigapnya Malut United Hadapi PSS Sleman di Gelora Kie Raha

Selain menggelar buka puasa bersama, para pemuda juga menyalurkan makanan ringan atau takjil kepada anak-anak di Panti Asuhan At-Taqwa, Kelurahan Kalumata.

Sementara itu, Afdi Kamu menjelaskan bahwa agenda tersebut juga diisi dengan kegiatan pembagian buku Iqra kepada seluruh TPQ di wilayah Kelurahan Jambula.

“Di Kelurahan Jambula terdapat sekitar tujuh TPQ dan semuanya menerima pembagian Iqra secara merata tanpa ada perbedaan jumlah,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkot Ternate Bakal Pangkas Kegiatan OPD yang Tak Urgen

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Pemerintah Kelurahan, instansi Pertamina, serta Basarnas yang telah menyempatkan diri untuk hadir.

Dalam tausiah yang disampaikannya, Syahrir Ibnu mengajak para pemuda untuk merenungi kebesaran Allah SWT melalui keteraturan alam semesta yang ia sebut sebagai “harmoni kosmik”.

Menurutnya, seluruh makhluk di alam ini mulai dari gunung hingga makhluk yang paling kecil tunduk pada kekuasaan Allah SWT. Kesadaran itu, kata dia, seharusnya membawa manusia pada pemahaman tentang kefanaan hidup dan kepastian kematian, sekaligus mendorong untuk meneladani Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga:  Terungkap! AGK hingga Thoriq Terima Uang dari Bos Tambang NHM

Ia juga menjelaskan keutamaan bulan Ramadan yang memiliki dua sifat utama, yakni mulia dan istimewa. Kemuliaan Ramadan ditandai dengan dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, serta dibelenggunya setan.

Namun demikian, ia menyoroti fenomena sosial di mana manusia masih kerap melakukan dosa meskipun setan dibelenggu selama Ramadan.

“Dalam perspektif psikologi, hal itu terjadi karena masih adanya sifat keakuan dalam diri manusia, yakni kesombongan dan ambisi pribadi yang belum mampu dikendalikan,” jelasnya.

Baca Juga:  Pemkot Ternate Fasilitasi Biaya PTSL, 500 Bidang Tanah Ditargetkan Bersertifikat

Syahrir menambahkan, puasa memiliki keistimewaan karena merupakan ibadah yang sangat personal antara manusia dan Allah SWT. Ia mengutip hadis yang menyebutkan bahwa puasa adalah ibadah yang khusus untuk Allah, dan Allah sendiri yang akan memberikan balasannya.

“Puasa juga menjadi sarana penghapusan dosa-dosa masa lalu bagi mereka yang menjalankannya dengan penuh iman dan keikhlasan,” katanya.

Di akhir tausiah, ia menyampaikan kebanggaannya terhadap inisiatif para pemuda Jambula yang menggelar kegiatan positif di bulan Ramadan.

Ia bahkan mengaku lebih memilih menghadiri kegiatan tersebut dibandingkan sejumlah undangan lainnya, karena menurutnya pemuda merupakan aset penting bagi masa depan masyarakat.

Baca Juga:  Polisi Minta Klarifikasi Pihak SMAN 4 Ternate Soal Dugaan Pungli

“Jika generasi muda kehilangan arah, maka akan muncul apa yang disebut lost generation yang dapat membawa kerusakan sosial. Karena itu, pemuda harus terus memperbaiki diri, bertaubat, serta menjaga keamanan dan ketertiban di Ternate dan Maluku Utara dengan berlandaskan iman dan takwa kepada Allah SWT,” tutupnya.

Penulis: Eko PujiantoEditor: Rian Hidayat