Aktivitas galian C di Desa Gosale, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, menuai keluhan dari warga dan para pengendara. Pasalnya, lokasi galian berada sangat dekat dengan bahu jalan.
Selain itu, mobil dump truk yang keluar-masuk area galian kerap menjatuhkan material tanah ke badan jalan. Kondisi ini dinilai membahayakan serta mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Diketahui, material tanah dari lokasi tersebut diangkut untuk kebutuhan salah satu proyek yang berjarak kurang lebih tiga kilometer.
Berdasarkan pantauan di lokasi, galian C yang tidak jauh dari Jalan Trans Halmahera itu dioperasikan menggunakan dua unit excavator yang terus mengeruk tanah untuk dimuat ke dump truk yang mengantre.
Salah satu pengendara motor, Risaldi, mengaku aktivitas tersebut sangat mengganggu, terutama karena lokasinya yang berdekatan dengan jalan umum.
“Mobil dump truk keluar-masuk lokasi galian, tapi tidak ada penanda atau peringatan bagi pengendara lain,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.
Ia juga menambahkan, material tanah yang berjatuhan di jalan menyebabkan kondisi berdebu dan membahayakan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
“Seharusnya setelah material dimuat ke dump truk, ditutup menggunakan terpal agar tidak jatuh di jalan,” sarannya.
Keluhan serupa disampaikan pengendara lainnya, Udin. Ia mempertanyakan legalitas aktivitas galian C yang berada dekat dengan bahu jalan tersebut.
“Kami sebagai masyarakat berharap Polda Maluku Utara bisa mengecek apakah aktivitas galian ini sudah mengantongi izin atau belum,” katanya.
Sementara itu, tim cermat masih berupaya mengonfirmasi pihak pemilik galian C untuk dimintai tanggapan terkait keluhan warga tersebut.
