News  

Diduga Korupsi, Kontraktor Bendungan Irigasi di Kepulauan Sula Kembalikan Uang Ganti Rugi

Foto bersama antara Pemda dan Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku Utara saat proses pengembalian kerugian secara tunai. Foto: Istimewa

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara kembali menyelamatkan potensi kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi anggaran pekerjaan Bendungan Irigasi di Kepulauan Sula.

Proyek yang terletak di Desa Auponhia ini dikerjakan pada tahun 2018 dengan nilai kontrak Rp 11.292.633.516,73.

Melekat pada Dinas PUPR Kepualan Sula, proyek tersebut dikerjakan PT Kristi Jaya Abadi, dan anggarannya bersumber dari APBD (DAK).

Dalam kasus dugaan korupsi ini, Ditreskrimsus Polda Maluku Utara telah melakukan penyelidikan berdasarkan Surat Perintah (Sprint) tertanggal 6 April 2022. Polda juga telah menurunkan ahli dari Pertahkondo Maluku Utara untuk melakukan audit pada 21 Mei 2023.

Dari hasil temuan adanya potensi kerugian negara yang ditemukan, Direktur PT Kristu Jaya Abadi, Irwan Hongarta alias Cuan bersedia untuk melakukan pengembalian.

Baca Juga:  Polda Maluku Utara dan Korem 152/Babullah Razia Masker dan Vaksinasi