News  

Era Baru Kebangkitan Persiter Ternate

Stadion Gelora Kie Raha di Ternate. Kebanggaan warga Moloku Kie Raha dengan pemandangan terindah Pulau Tidore dan Maitara. Sumber Foto: @r.zain27

Pemerintah Kota Ternate mulai membuka jalan baru bagi kebangkitan Persiter Ternate. Klub kebanggaan masyarakat Ternate itu dipersiapkan untuk kembali tampil di kompetisi resmi melalui pembentukan badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT), penyusunan manajemen baru, hingga seleksi pemain untuk menghadapi Liga 4.

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan yang dipimpin Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, bersama legenda Persiter, Asprov PSSI Maluku Utara, Askot PSSI Ternate, pemilik klub, dan sejumlah pengurus sepak bola di Kantor Wali Kota Ternate.

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan pertemuan itu menjadi titik awal menyatukan komitmen seluruh pihak untuk mengembalikan kejayaan Persiter sekaligus menghidupkan kembali Stadion Gelora Kie Raha sebagai markas tim.

“Intinya kami ingin membangkitkan kembali Persiter Ternate, sehingga Stadion Gelora Kie Raha bisa kembali berfungsi sebagai home base Persiter,” kata Rizal kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Rizal, Wali Kota sengaja mengundang para legenda Persiter untuk memberikan masukan dan pengalaman sebagai bekal dalam membangun kembali klub tersebut.

Saat ini, proses pembentukan badan hukum Persiter dalam bentuk PT telah mencapai sekitar 90 persen dan nantinya pengelolaan klub akan berada di bawah PT Malut Maju Sejahtera (MMS).

Ia menjelaskan, Persiter akan memulai perjalanan dari Liga 4. Seluruh kebutuhan operasional tim akan didukung PT MMS karena regulasi tidak lagi memperbolehkan penggunaan APBD untuk membiayai klub profesional.

Setelah badan hukum rampung, Pemkot bersama pengurus akan membentuk struktur manajemen klub dan membuka seleksi pemain yang dijadwalkan berlangsung bulan depan, setelah regulasi kompetisi diterbitkan Asprov PSSI Maluku Utara.

“Kita mulai dari Liga 4. Mudah-mudahan bisa naik ke Liga 3, kemudian Liga 2, dan suatu saat kembali ke Liga 1. Itu harapan kita semua,” ujar Rizal.

Baca Juga:  Polda Malut Periksa Mantan Bupati Halsel soal Dugaan Penipuan Uang Rp 5,2 Miliar

Selain mempersiapkan tim, Pemkot juga merencanakan penyelenggaraan Turnamen Piala Wali Kota sebagai ajang pembinaan dan pemanasan menuju Liga 4. Jadwal pelaksanaannya masih disesuaikan, antara November, Desember, atau menjelang bergulirnya kompetisi pada awal 2027.

Di sisi lain, operasional Stadion Gelora Kie Raha dipastikan tetap mendapat dukungan PT Malut Maju Sejahtera. Perusahaan tersebut telah menginstruksikan perawatan stadion, termasuk pemeliharaan lapangan, genset, dan fasilitas pendukung lainnya. Pemkot juga akan merevisi perjanjian kerja sama agar stadion resmi menjadi markas Persiter.

Rizal mengapresiasi dukungan PT MMS, khususnya David Glen, yang dinilai berperan besar dalam renovasi Stadion Gelora Kie Raha sekaligus mendukung upaya menghidupkan kembali Persiter Ternate.

“Kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada PT MMS. Sekarang mereka juga mendukung Pemkot untuk membangkitkan Persiter,” tutupnya.

Tentang Persiter

Persiter Ternate merupakan salah satu klub sepak bola tertua di Maluku Utara yang memiliki sejarah panjang di kancah sepak bola nasional. Klub berjuluk Laskar Kie Raha ini pernah menjadi kebanggaan masyarakat Ternate dengan tampil di berbagai kompetisi nasional sebelum vakum dalam beberapa tahun terakhir.

Kebangkitan Persiter kini diharapkan menjadi awal lahirnya kembali tradisi sepak bola Ternate, sekaligus mengembalikan atmosfer Stadion Gelora Kie Raha sebagai markas yang pernah melahirkan banyak talenta sepak bola daerah.

Sepanjang perjalanannya, Persiter dikenal sebagai salah satu lumbung pemain berbakat dari Indonesia Timur. Dari klub ini lahir sejumlah pesepak bola yang kemudian meniti karier di level nasional, di antaranya Rahmat Rivai, striker tajam yang pernah memperkuat Timnas Indonesia serta membela Persebaya Surabaya, Sriwijaya FC, dan Persipura Jayapura.

Selain itu, Ternate juga melahirkan pemain nasional seperti Rizky Pora, Zulham Zamrun, dan Ilham Udin Armaiyn yang mengawali karier sepak bolanya dari pembinaan di Ternate sebelum bersinar di kompetisi nasional.

Baca Juga:  Nasib Plaza Gamalama Ternate: Belum Difungsikan, Kini Dindingnya Rusak

Beberapa sumber juga menyebut Persiter juga memiliki banyak legenda yang menjadi bagian penting sejarah sepak bola Ternate, seperti Soleman Sin, Hamja Bapo, H. Saleh Teng, H. Umar Waridin, H. Mitro Chalil, H. Husen Said, Untung Andris, serta kiper legendaris Hengky Oba. Nama-nama tersebut dikenang karena jasa mereka membesarkan Persiter dan mengharumkan nama Ternate di berbagai kompetisi regional maupun nasional.

Penulis: Eko PujiantoEditor: Rian Hidayat