Graal Gandeng Mitra Fujian Jajaki Investasi Perikanan dan Pertanian di Maluku Utara

Dr. R. Graal Taliawo bersama Investor dan Kadis Perikanan Provinsi serta Akademisi. Foto: Dok Pribadi

Anggota DPD RI daerah pemilihan Maluku Utara, R. Graal Taliawo, mulai mendorong penguatan sektor perikanan dan pertanian sebagai penopang ekonomi daerah di tengah dominasi industri pertambangan.

Upaya tersebut ditandai dengan penjajakan investasi bersama perwakilan KADIN Komite Tiongkok serta Director of Two Countries Twin Park (Fujian) Investment Promotion Center, You Shie Jie, yang melakukan kunjungan ke Maluku Utara.

Kegiatan yang berlangsung di Qwen Hotel Ternate, Selasa 28 April 2026, mempertemukan rombongan investor dengan sejumlah pemangku kepentingan melalui tiga sesi audiensi.

Audiensi tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perikanan, akademisi, pihak Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Asosiasi Pemilik Kapal Nelayan, hingga Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Graal mengatakan, selama ini Maluku Utara lebih dikenal sebagai daerah pertambangan. Padahal, secara historis dan kultural, masyarakat setempat memiliki kedekatan kuat dengan sektor perikanan dan pertanian.

“Kalau orang melihat Maluku Utara pasti pertambangan, padahal sejarah kultur, ekonomi, budaya kita itu perikanan dan pertanian,” ujarnya.

Ia menilai kontribusi kedua sektor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi daerah masih belum dominan karena arus investasi lebih banyak terserap ke sektor tambang.

Karena itu, pihaknya mencoba membuka peluang baru dengan menghadirkan mitra dari Fujian untuk melihat langsung potensi sumber daya perikanan di Maluku Utara.

Dalam pertemuan itu, Dinas Perikanan memaparkan data potensi perikanan daerah, termasuk peluang serta tantangan investasi.

“Jadi kita memperlihatkan kepada mereka potensi perikanan kita seperti apa dan kalau berinvestasi situasinya bagaimana,” kata Graal.

Selain di Ternate, rombongan investor dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, hingga Pulau Bacan untuk meninjau langsung potensi perikanan dan pertanian.

Baca Juga:  Audiensi Bersama PT ARA, Masyarakat Sepakat Lakukan Pembebasan Lahan

Graal juga menyebut pihak Fujian membuka peluang bagi Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mengikuti forum investasi internasional yang akan digelar di Fujian pada Juni dan Oktober mendatang.

“Kita berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara bisa hadir mempresentasikan potensi perikanan kita sehingga bisa mempertemukan investor dengan potensi yang ada di daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan, investasi yang masuk diharapkan tidak hanya berorientasi pada industri besar, tetapi juga mampu menggerakkan sektor UMKM, khususnya pelaku usaha lokal di bidang perikanan dan pertanian.

“Harapan kita Maluku Utara tidak hanya mengandalkan tambang, tapi juga perikanan dan pertanian,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan KADIN Komite Tiongkok, Sutikno Sanusi, menilai Maluku Utara memiliki peluang besar untuk dikembangkan, tidak hanya dari sektor nikel tetapi juga komoditas perikanan dan lainnya.

Ia berharap kunjungan tersebut menjadi pintu awal kerja sama promosi dan perdagangan hasil daerah ke pasar internasional.

“Selain nikel, ikan dan lain-lain juga bisa dikembangkan,” katanya.

Di sisi lain, You Shie Jie menyebut Maluku Utara memiliki sumber daya pesisir dan kelautan yang kaya serta potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Menurutnya, Fujian merupakan salah satu wilayah terbesar di Tiongkok dalam industri perikanan dan makanan laut, sehingga memiliki keterkaitan kuat dengan peluang kerja sama di Maluku Utara.

“Kami berharap melalui dialog ini kami bisa memahami lebih baik potensi yang dimiliki Maluku Utara dan membawa informasi ini ke Tiongkok untuk dibicarakan dengan pemerintah serta pelaku industri,” ujarnya.

Ia juga menyatakan akan mendorong komunitas bisnis dan perwakilan pemerintah dari Tiongkok untuk datang langsung ke Maluku Utara dalam agenda lanjutan penjajakan investasi.