News  

Mengungkap Erotomania: Gangguan Psikologis yang Langka

Foto ilustrasi freepik.com

Erotomania adalah gangguan yang membuat seseorang percaya atau sangat yakin bahwa ada orang yang sedang jatuh cinta kepadanya. Kondisi ini, juga dikenal sebagai sindrom De Clérambault.

Dilansir dari Alodokter, Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti seseorang mengalami erotomania. Namun, gangguan ini kemungkinan disebabkan oleh faktor genetik, psikologis, gaya hidup, dan faktor lingkungan.

Tidak hanya itu, erotomania juga sering muncul karena gangguan jiwa tertentu, seperti: Skizofrenia, gangguan biapolar, gangguan skizoafektif, depresi, hingga gangguan kepribadian,

Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa erotomania dapat terjadi sebagai cara seseorang untuk mengendalikan stres dan trauma berat yang dialaminya. Selain itu, penyakit otak juga bisa menimbulkan gejala erotomania, seperti tumor otak atau penyakit Alzheimer.

Asal-Usul Erotomania
Istilah “erotomania” berakar dalam bahasa Yunani, di mana “eros” diterjemahkan sebagai cinta dan “mania” sebagai kegilaan. Dikenali pertama kali oleh psikiater Prancis, Gaëtan Gatian de Clérambault, pada awal abad ke-20, gangguan ini sejak itu menarik perhatian dan membingungkan para profesional kesehatan mental.

Keyakinan Delusional
Erotomania berkisar pada keyakinan tetap dan tidak tergoyahkan bahwa seseorang dengan status sosial yang lebih tinggi atau selebriti diam-diam mencintai individu yang terkena dampak. Keyakinan ini tetap meskipun tidak ada bukti nyata atau perasaan timbal balik dari objek keinginan yang diduga.

Keyakinan yang Tidak Tergoyahkan
Individu dengan erotomania bertekad dalam keyakinan mereka, sering mengabaikan setiap bukti yang menyatakan sebaliknya. Mereka dapat menafsirkan tindakan yang bersifat biasa, penampilan publik, atau bahkan pesan media sebagai ekspresi cinta tersembunyi dari pengagum yang mereka bayangkan.

Perilaku Stalking
Erotomania bisa muncul dalam perilaku stalking, saat individu yang terkena dampak mencari kedekatan dengan objek delusinya. Perilaku ini bisa melibatkan panggilan telepon berulang, surat, atau bahkan tindakan yang lebih intrusif.

Baca Juga:  Wawan Febrianto, Pemain Pinjaman yang Akan Perkuat Lini Tengah Malut United

Siapa yang Berisiko?
Erotomania adalah kondisi yang langka dan dapat memengaruhi individu dari segala usia atau gender. Gangguan ini dapat berkembang terkait dengan kondisi psikiatri lainnya, seperti skizofrenia atau gangguan bipolar.

Diagnosis dan Pengobatan
Mendiagnosis erotomania bisa sulit karena keyakinan kuat individu dalam delusinya. Para profesional kesehatan mental dapat menggunakan kombinasi wawancara klinis, penilaian psikologis, dan observasi perilaku untuk membuat diagnosis yang akurat.

Pengobatan umumnya melibatkan kombinasi psikoterapi dan obat. Terapi kognitif perilaku dapat membantu individu menantang dan merangkak kembali keyakinan delusional mereka, sementara obat antipsikotik dapat diresepkan untuk meredakan gejala.

Pertimbangan Etika
Menangani erotomania menghadirkan pertanyaan etika tentang keseimbangan antara melindungi individu dan menghormati otonomi mereka. Menemukan keseimbangan yang tepat dalam pendekatan pengobatan sangat penting untuk menjamin kesejahteraan individu yang terkena dampak sambil tetap menghormati hak-hak mereka.

Kesimpulan
Erotomania, meskipun langka, memahami dan mengobati gangguan ini memerlukan keseimbangan yang halus antara empati, keahlian klinis, dan pertimbangan etika. Saat kita menyelidiki lebih dalam kompleksitas kesehatan mental, eksplorasi kondisi seperti erotomania memberikan wawasan berharga tentang kerapuhan dan ketangguhan jiwa manusia.