Merana di Tengah Kelimpahan Emas: Warga Kusubibi Harus Angkut Air Bersih di Sungai

Warga mengangkut jeriken berisi air bersih dari sungai di Desa Kusubibi pada Minggu (7/5/2023). Foto: Ambo

“Kusubibi ini bergelimang emas, tapi air bersih begitu susah. Torang (kami) harus jalan kaki 1 kilometer untuk mendapatkan air bersih,” kata Umar (bukan nama sebenarnya).

Umar lahir dan besar di Desa Kusubibi, Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara, 28 tahun silam. Desa yang berada di barat pulau Bacan ini mendapat mubarak yang begitu melimpah dengan hadirnya tambang emas ilegal sejak akhir 2019.

Di tengah-tengah kelimpahan emas yang begitu besar, masyarakat Kusubibi harusnya mendapatkan kualitas hidup yang baik. Paling tidak, dapat mengakses sumber air bersih dengan mudah.

Faktanya, warga harus berjalan jauh untuk memperoleh air bersih yang layak. “Kalau bukan ambil air pake gerobak, ya, pikul. Syukur-syukur kalau ada kendaraan,” kata Umar.

“Tambang emas sudah tiga tahun berjalan. Tapi sampe sekarang air bersih saja tarada,” tambah Umar dengan kesal karena potensi desa tidak dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah desa.

Baca Juga:  Catatan Petualangan ke Selatan Halmahera