News  

Sherly Tjoanda Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca di Wilayah Maluku Utara

Sherly Djoanda, Gubernur Maluku Utara, saat melihat proses penerbangan pesawat Operasi Modifikasi Cuaca di Bandara Babullah Ternate, Kamis 10 Septermber 2026. Foto: Istimewa

Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara memutuskan perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 12 September sebab, skama itu menunjukkan hasil signifikan memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan  di 64 titik dan tersisa lima titik, sejak diberlakukan pada 5 September 2026.

OMC yang dilakukan di Maluku Utara itu juga mendapat dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Sebelum OMC dimulai, sekitar 64 titik kebakaran tercatat dengan luas lahan terbakar lebih dari 260 hektare. Setelah operasi berjalan, jumlah titik kebakaran terus menurun,” ungkap Sherly, usai Rapat di Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Sultan Babullah Ternate, Kamis, 10 September 2026.

“Hingga 10 September, hanya tersisa 5 titik kebakaran dengan luas sekitar 12 hektare,” tambahnya.

Sherly bilang, saat ini, kondisi cuaca mulai dirasakan di sejumlah wilayah di Maluku Utara juga hujan turun di beberapa titik tertentu di Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Pulau Morotai, dan Kota Tidore Kepulauan.

Setelah rapat perpanjang OMC, Orang nomor satu di Provinsi Maluku Utara itu juga turut melihat proses penerbangan pesawat yang melakukan OMC keenam kalinya dari Bandara Sultan Babullah Ternate

“Ini OMC yang keenam dengan membawa 6ton garam (NaCl). Kegiatan diperpanjang hingga 12 September 2026 dengan sasaran agar hujan merata di seluruh 10 kabupaten/kota. Sementara itu wilayah yang belum mendapat hujan meliputi Ternate, Kepulauan Sula, Taliabu, dan Halmahera Selatan,” ungkapnya.

Tak hanya titik kebakaran, OMC juga menyasar daerah yang menghadapi kekeringan. Selain itu, kata Sherly, keluhan masyarakat mengenai berkurangnya air bersih akan ditangani melalui koordinasi dengan Balai Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR dan Balai Wilayah Sungai (BWS). Langkahnya, disiapkan distribusi air menggunakan truk tangki ke wilayah yang membutuhkan.

Rapat OMC di Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Sultan Babullah Ternate, Kamis, 10 September 2026. FotoL: RVB

“Untuk jangka panjang, Pemerintah Malut sedang mendata seluruh wilayah yang membutuhkan sumur bor, terutama di pulau-pulau kecil. Pendanaan akan digabungkan dari APBN, APBD, dan CSR agar seluruh desa dan pulau di Maluku Utara terjamin akses air bersihnya,” ujarnya.

Sherly juga mengibau agar pemerintah kabupaten/kota tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan titik api. Juga rutin koordinasi dengan pihak terkait seperti BWS dan lainnya.

Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hal itu untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama ketika kondisi lahan masih kering.

Baca Juga:  Sekolah di Taliabu Alami Kebakaran, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta