News  

Terpilih Kembali, Imran: Tagline Kita Masih Sama “Bedaya Bersama berdampak sesama”

Khalid Bahaweres Ketua Koordinator Wilayah Indonesia Timur DPP GEKRAFS saat memberikan pataka pada Imran Guricci, ketua DPW terpilih. FotoČ Faris Bobero-cermat

Imran Guricci, pengusaha muda Maluku Utara terpilih kembali secara aklamasi memimpin Dewan Pimpinan Wilayah Maluku Utara Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) saat Musyawarah Wilayah I di Royal Resto Ternate, Sabtu 07 Februari 2025.

Imran yang sebelumnya memimpin GEKRAFS Malut periore tahun 2022-20025 bersama Maskur Tomagola sebagai Sekretaris itu, akan melanjutkan estafet selama 5 tahun yakni periode 2026-2031. Meski begitu, Imran bilang, ia masih membawa tagline sebelumnya untuk konsistensi mewujudkan visi besar GEKRAF Malut.

“Untuk program, kita akan mengikut arahan GEKRAFS pusat terkait Asta Karya DPP. Tapi tagline kita masih sama:Bedaya Bersama Berdampak Sesama,” tegas Imran.

kata Imran, sambil menunggu SK, pihaknya akan membuat struktur baru dan rapat kerja. Ia pun akan memfokuskan pada tiga hal yakni:
1. Pemberdayaan diri dan institusi (berdaya)
2. ⁠Menebar dampak nyata ke anggota dengan jalur
3. ⁠kolaborasi

Sebelumnya, setelah terpilih dalam aklamasi, pada sambutannya, Imran berpesan pada pengurus, “Bantulah orang agar dia bisa membantu dirinya. Sebab itu Konsep kita Berdaya bersama berdampak Sesama,” ujarnya.

Imran Guricci memberi sambutan setelah terpilih aklamasi pada Muyawarah I DPW Gekrafs Maluku Utara di Royal Resto Ternate, Sabtu 07 Februari 2026. Foto: Faris bobero/cermat

Acara tersebut juga dihadiri oleh Khalid Bahaweres Ketua Koordinator Wilayah Indonesia Timur DPP GEKRAFS dan Gusti Satria Putra Kresna Wakil Ketua Organisasi Kaderisasi dan Kelembagaan DPP GEKRAFS. Juga Ketua DPW IWAPI Malut Ruwaida Zhafira, DPC Kota Ternate, DPC Halbar, DPC Halut, DPC Tidore, dan Gekraf Kampus.

Sekedar diketahui, GEKRAFS adalah gerakan masyarakat dan para pelaku ekonomi kreatif yang memiliki visi bersama yakni belajar, bersinergi, berdaya guna menjadikan Ekonomi Kreatif sebagai masa depan, menuju Indoensia Emas 2045.

Baca Juga:  Meragukan Anak yang Dikandung Sang Pacar, Putra Mendiang Usman Tunggu Proses Hukum