News  

246 Penumpang KM Intim Teratai Selamat Dievakuasi, Jumlah Melebihi Data Manifes

Penumpang KM Intim Teratai saat dievakuasi Tim SAR gabungan. Foto: Tim SAR

Sebanyak 246 penumpang KM Intim Teratai berhasil diselamatkan setelah kapal tersebut kandas saat berlayar dari Pelabuhan Kupal menuju Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate, pada Selasa, 17 Februari 2026 dini hari. Jumlah korban yang dievakuasi ini jauh melebihi data manifes yang tercatat hanya 140 orang.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, memastikan seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Kepastian itu disampaikannya saat ditemui di Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate.

Iwan menjelaskan, kapal bertolak dari Pelabuhan Kupal pada Senin, 16 Februari 2026 pukul 21.00 WIT dan sekitar pukul 04.45 WIT dini hari mengalami kandas. Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Operasi penyelamatan melibatkan Basarnas, Polairud Polda Maluku Utara, Polres Ternate, Lanal Ternate, KSOP Ternate, serta tim kesehatan dari Makian. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan penumpang yang membutuhkan penanganan medis.

Seorang penumpang yang mengalami sesak napas dan diduga dalam kondisi kritis lebih dulu dievakuasi menggunakan kapal cepat ke RSUD Hasan Boesoirie. Enam penumpang lainnya kemudian dirujuk ke rumah sakit oleh tim Polairud.

Selanjutnya, kapal milik KSOP mengevakuasi 54 orang, KN SAR 237 Pandudewanata sebanyak 135 orang, serta KP Wibisana milik Polairud Maluku Utara sebanyak 45 orang. Tiga penumpang lainnya berhasil menyelamatkan diri secara mandiri menggunakan speedboat.

“Total korban yang berhasil diselamatkan sebanyak 246 orang dan semuanya dalam keadaan selamat,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, 14 orang mengalami luka berat dan telah mendapatkan penanganan medis. Setelah dilakukan penyisiran dan dipastikan tidak ada lagi korban di sekitar lokasi kejadian, operasi SAR gabungan resmi ditutup.

Terkait perbedaan jumlah korban dengan data manifes serta dugaan kelebihan muatan, Iwan menegaskan hal tersebut bukan menjadi kewenangan Basarnas. Hingga kini, KM Intim Teratai masih dalam kondisi kandas di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Anggota DPRD Kepulauan Sula Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan dan Pemerkosaan
Penulis: Fahri AufatEditor: Ghalim Umabaihi