News  

5 Tahun PT IWIP dan Potret Kerusakan Lingkungan di Teluk Weda

Pencemaran Sungai Sagea diduga kuat terjadi lantaran aktivitas tambang. Warga mengeluh karena sungai ini jadi penyangga utama kebutuhan air minum. Foto: Save Sagea

PT Indonesia Weda-Bay Industrial Park (IWIP) resmi lima tahun beroperasi di wilayah Halmahera Tengah, Maluku Utara. Ekspansi kawasan yang dilakukan PT IWIP dinilai mengubah kondisi desa-desa dan kawasan di sekitarnya termasuk kualitas air sungai dan air laut.

Sejumlah sungai di desa lingkar tambang bahkan tertimbun hingga tidak lagi mengalir ke laut. Terbaru, Sungai Sagea dan sumber mata air di wisata Boki Maruru Desa Sagea ikut tercemar akibat material tanah dari kerukan tambang pada akhir Juli lalu.

Di saat yang sama, IWIP memperingati 5 tahun kehadirannya, yang kemudian dinilai justru memperingati daya rusak yang ditimbulkan.

“Perayaan hari jadi IWIP kelima secara mewah dan meriah ini dilakukan di atas penderitaan masyarakat yang tinggal di sekitar IWIP. Selama 5 tahun ini kami terpaksa hidup di tengah kerusakan lingkungan yang parah, air, sungai dan udara yang tercemar,” tutur Dinamisator Save Sagea, Adlun Fiqri, dalam keterangan tertulis seperti dikutip cermat, Kamis, 31 Agustus 2023.

Baca Juga:  DLH Keluarkan Rekomendasi Pemberhentian Aktivitas 5 Perusahaan Tambang di Halteng