News  

Forum Adat Sangadji Bicoli Kembali Digelar, Ini Rangkaiannya

Pamflet Forum Adat Sangadji. Foto: Istimewa

Kelembagaan Adat Sangadji Bicoli secara resmi mengumumkan pelaksanaan forum adat kesangadjian. Forum kedua ini dinilai menjadi bentuk semangat revitalisasi nilai-nilai budaya leluhur.

Pertemuan akbar itu dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 21-22 Januari 2026, berpusat di Desa Bicoli, Kecamatan Maba Selatan, Halmahera Timur.

Berpegang pada UU RI Nomor 06 Tahun 2014 yang mengakui eksistensi desa adat, forum ini menjadi langkah nyata Sangadji Bicoli dalam mengukuhkan hak asal-usul dan tradisional masyarakat dalam bingkai NKRI.

Forum Adat ini juga dirancang untuk mencapai dua tujuan utama yakni penguatan unternal: mengukuhkan fungsi dan peran kelembagaan adat dalam struktur Kesangadjian Bicoli.

Kemudian respons isu terkini: mendiskusikan sikap kolektif masyarakat adat terhadap berbagai isu sosial-budaya serta lingkungan yang sedang berkembang di wilayah adat saat ini.

“Acara ini akan melibatkan sekitar 150 peserta yang merupakan perwakilan tokoh adat dari 25 desa yang tersebar di tiga kecamatan dalam wilayah adat Sangadji Bicoli,” tulis pelaksana Forum Ada Sangadji Bicoli, seperti dikutip cermat, Selasa, 20 Januari 2026.

Rangkaian agenda penting ini meliputi prosesi adat dan ziarah, kemudian diawali dengan prosesi Totagi Tagi Adat Totorine (Cokaiba & Cakalele) serta ziarah ke Makam Sultan Abidin Syah.

Pengukuhan Struktur: Peresmian kelengkapan struktur adat di 25 desa pesisir. Diskusi Panel Lingkungan: Menghadirkan mitra strategis seperti WCS, dan Fala Lamo untuk membahas perlindungan laut, potensi keanekaragaman hayati (Aves dan Botani), serta hasil survei ekologi di Maba Selatan.

Selain itu kegiatan tersebut akan ditutup dengan kemeriahan pesta lala sebagai bentuk pelestarian tradisi. Melalui forum ini, diharapkan tercipta kesepahaman fungsi dan peran kekinian bagi lembaga adat.

Baca Juga:  Meresahkan Warga, Polresta Tidore Tindak 96 Kendaraan yang Pakai Knalpot Racing

“Revitalisasi ini sangat penting untuk memastikan masyarakat tetap memiliki pedoman tradisi yang kuat dalam menghadapi dinamika zaman.”

Sebelumnya, Forum Adat Sangadji Bicoli juga pernah digelar di Balai Desa Wayamli, Halmahera Timur, Maluku Utara pada 27 Hingga 28 Desember 2024. Gelaran itu terselengara atas peran Lembaga Suwadaya Masyarakat Fala Lamo, yang sejak beberapa tahun terakhir bersama warga memetakan potensi wilayah perikanan hingga sosial budaya di daerah Bicoli dan sekitarnya.

Hingga pada pelaksanaan kegiatan, beberapa orang tua dari masing-masing daerah sekitar bertadatangan. Sebagain memakai baju adat. Ada juga pemerintah desa setempat. Selain ini, ada keterwakilan Masayrakat Adat O’Hongana Manyawa, atau Suku Tobelo Dalam dari Desa Lili.

Jefferson Tasik, Executive Director mengatakan, secara khusus tujuan dari pelaksanaan Forum Adat ini adalah: penguatan fungsi dan peran kelembagaan adat dalam struktur adat Kesangdjian Bicoli.

“Selain itu, dalam forum ini, mendiskusikan sikap masyarakat adat Kesangadjian Bicoli terhadap berbagai isu sosial budaya dan lingkungan yang berkembang dalam wilayah adatnya saat ini,” kata Jefferson dalam pertemuan sebelumnya.

Penulis: EkoEditor: Rian Hidayat