Al Hujurat, Berita, dan Opini

Nurkholis Lamaau

(Jurnalis cermat.co.id)

Wahai orang-orang beriman, apabila datang kepada kamu seorang fasik dengan berita besar, maka telitilah kebenarannya, kalau-kalau kamu menimpai suatu kaum akibat kebodohan, lalu menyesal oleh apa yang kamu lakukan” (QS Al Hujurat ayat 6).

Berita adalah amanat. Sedangkan fasik adalah indikasi yang membatalkan. Kefasikan adalah istilah teknis dalam agama untuk segala jenis kerusakan moral.

Fasik dalam Al Hujurat ayat 6 tidak lain adalah dusta. Dan dusta membatalkan sifat “bisa dipercaya” yang merupakan dasar sebuah berita.

Dari sini kita bisa melihat betapa Al Hujurat ayat 6 memberi penekanan kepada pekerja pers.

Kenapa?

Ketika seseorang menyebut menghirup asap kenalpot bakal sehat misalnya, maka di situ hak rakyat untuk tahu apa landasannya, apa teorinya, bagaimana dari sisi medisnya. Itulah kenapa pers harus ada.

Baca Juga:  Pengakuan Wali Kota Ternate soal Dana Penyertaan Modal ke Perusda