News  

Bangunan Puskemas Pembantu di Morotai Ini Dibiarkan Terbengkalai, Pemda Abai?

Kondisi Pustu di Morotai yang tampak terbengkalai dan tak lagi difungsikan. Oleh pemdes setempat, bangunan ini rencananya akan dialihfungsikan. Foto: Aswan Kharie/cermat

Sebuah bangunan puskesmas pembantu (Pustu) yang terletak di Desa Tiley Pantai, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, tampak dibiarkan terbengkalai.

Bangunan yang menjadi pusat pelayanan kesehatan warga setempat itu sudah lama tidak difungsikan lagi.

Sebagaimana pantauan cermat, beberapa fasilitas seperti WC, dapur, pintu dan atap kini tampak lapuk. Bagian belakang bangunan ini juga tergenang air.

“Di dalamnya memang sudah rusak, dinding juga sudah retak akibat tidak ada perawatan. Kasihan kalau hujan turun petugas kesehatan basah. Karena itu sekarang mereka tidak bisa menempati Pustu itu,” kata seorang warga kepada cermat, Senin, 24 Juni 2024.

Sementara Kepala Desa Tiley Pantai Nolvi Tatangindatu mengatakan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Pulau Morotai terkait kondisi Pustu tersebut.

“Pustu itu belum sempat dilakukan pembayaran kepada pemilik tanah, namun sudah terlanjur dibangun pada tahun lalu, juga ada sedikit masalah di internet pemerintah desa lama, sehingga sampai sekarang belum dibayar,” ungkapnya.

Kepala Desa mengaku pihaknya sudah memusyawarahkan kerusakan bangunan ini bersama BPD dan akan dilakukan perubahan.

“Jadi ada permintaan pemilik lahan Rp 4 juta nanti akan dibayarkan dan dijadikan sekretariat BPD,” ujarnya.

Nolvi bilang, dirinya pernah didesak oleh Kepala Puskesmas Tiley untuk menempatkan petugas kesehatan di Pustu itu. Namun dia beralasan struktur bangunan tersebut sudah tidak layak digunakan.

Selain itu, pihak Pemdes Tiley Pantai juga telah membuat permintaan pembangunan untuk Pustu baru terhadap Dinas Kesehatan Pulau Morotai.

“Dari dinas kesehatan sendiri sudah minta kami pemdes siapkan lahan, mereka siap membangun,” ujar Nolvi.

Baca Juga:  4 Tersangka Korupsi Anggaran Jalan Setapak Gunung Dukono Halut Belum Ditahan