Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Ferry Hamdani Welley, menyampaikan pihaknya telah menyalurkan ribuan paket bantuan kepada korban gempa bumi yang terjadi di Batang Dua, Kamis 2 April 2026 lalu.
Berdasarkan rekapitulasi Posko Penanganan Bencana Gempa Bumi Kota Ternate per 10 April 2026, tercatat sebanyak 258 bangunan terdampak di lima kelurahan di Kecamatan Batang Dua, yakni Mayau, Lelewi, Bido, Perum, Pante Sagu, dan Tifure. Bangunan yang terdampak meliputi rumah warga, rumah dinas, kantor lurah, sarana pendidikan, gereja, hingga tambatan perahu.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 unit mengalami rusak berat, 67 rusak sedang, dan 122 rusak ringan.
Sementara itu, di Pulau Ternate terdapat 27 bangunan terdampak yang tersebar di 15 kelurahan, di antaranya Gambesi, Kastela, Mangga Dua, Kayu Merah, Tongole, Toboleu, Sango, Sulamadaha, Rua, Tarau, Tafure, Dufa-dufa, Kampung Pisang, Tanah Tinggi Barat, dan Tafamutu. Objek yang terdampak mencakup rumah warga, kantor lurah, hingga fasilitas RSUD.
“Untuk di Pulau Ternate, terdapat empat bangunan yang mengalami rusak berat dan sedang, serta 19 lainnya rusak ringan,” ujar Ferry.
Ia menambahkan, saat ini penyaluran bantuan telah memasuki tahap ketiga. Total bantuan yang telah disalurkan kepada korban terdampak, baik di Kecamatan Batang Dua maupun Pulau Ternate, mencapai 7.962 paket dengan 38 jenis kebutuhan.
Adapun bantuan tersebut meliputi beras, air mineral, mie instan, minyak goreng, telur, makanan ringan, susu bayi, tenda pengungsi, tikar, pakaian, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.
Ferry juga menjelaskan, status tanggap darurat bencana ditetapkan selama 14 hari sejak kejadian gempa. Namun demikian, pihaknya belum memastikan apakah masa tanggap darurat tersebut akan diperpanjang.
“Saat ini masih dalam masa tanggap darurat hingga 15 April 2026. Apakah akan diakhiri atau diperpanjang, nanti akan kita lihat perkembangan di lapangan,” pungkasnya.
