News  

Jurnalis Morotai Ajak Pengunjung Jaga Kebersihan Destinasi Wisata

AJM gelar aksi bersih sampah di wisata Air Terjun Nakamura. Foto: Aswan Kharie/cermat

Menjaga kebersihan lingkungan pada destinasi wisata alam menjadi gerakan yang turut diinisiasi Aliansi Jurnalis Morotai (AJM), dalam aksi bersih yang mereka lakukan.

AJM menggelar aksi bersih lingkungan itu pada sejumlah lokasi wisata, seperti kawasan Armydock, Air Kaca, dan Air Terjun Nakamura, pada Sabtu, 29 November 2025.

“Wisata Armydock, wisata Air Kaca, dan wisata Air Terjun Nakamura merupakan destinasi wisata andalan di Morotai. Jadi disayangkan kalau kondisinya penuh sampah,” kata Ketua AJM, Mikram Duwila.

Menurutnya, ketiga lojasi tersebut menjadi tujuan favorit wisatawan domestik maupun mancanegara. Karena itu, ia menyayangkan masih banyak sampah yang dibuang oleh pengunjung maupun warga sekitar.

“Kami sangat perihatin dengan kesadaran masyarakat yang masih kurang peduli pada kebersihan, khususnya di tempat wisata,” tegasnya.

Ia bilang, Armydock menjadi salah satu kawasan yang paling disoroti karena lokasinya yang sangat strategis hanya sekitar dua kilo meter daru pusat kota Daruba. Selain strategis, kata dia, kawasan ini juga memiki nilai sejarah.

“Kawasan ini memiliki cerita panjang dalam sejarah perang dunia II Karena area tersebut merupakan tenpat pendaratan pertama tentara sekutu dibawah komando Jenderal Douglas MacArthur,” katanya.

Tak hanya itu, menurutnya, Armydock juga pernah menjadi lokasi pembangunan markas angkatan darat dan angkatan laut tentara sekutu saat perang Pasifik tahub 1944.

“Untuk itu, kawasan wisata Armydock harus dijaga kebersihannya karena memiliki nilai sejarah luar biasa,” tambahnya.

Selain di Armydock, Mikram Bilang, AJM turut melaksanakan aksi bersih-bersih di wisata Air Kaca dab Air Terjun Nakamura. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

“Karena kesadaran tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya adalah sebuah keniscayaan,” tutupnya.

Baca Juga:  AGK Curhat soal Ketidakpastian Sofifi Jadi Ibu Kota Provinsi Malut
Penulis: Aswan KharieEditor: Rian Hidayat Husni