Pemilu yang Tak Memilukan

Penulis, Rahmat R. Souwakil.

Oleh: Rahmat R. Souwakil*

 

Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 telah memasuki tahapan yang menentukan, yakni tahapan kampanye. Tahapan kampanye merupakan tahapan yang sangat penting bagi peserta pemilu atau calon legislatif petahana untuk ‘’berdiri’’ dari kursi yang selama didudukinya untuk menyapa masyarakat dalam rangka menawar-mengulang janji kepada masyarakat, sedangkan bagi pendatang baru (yang baru caleg) kampanye merupakan tahapan penting untuk mengajak masyarakat dengan segala kemampuan yang dimiliki agar mempengaruhi masyarakat agar bisa memilihnya menjadi wakil rakyat di 2024 kelak.

Kampanye pemilu adalah kegiatan Peserta Pemilu atau pihak lain yang ditunjuk oleh Peserta Pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, program dan/atau citra diri Peserta Pemilu (Pasal 1 angka (18) PKPU 15/2023). Dengan keterbatasan waktu pelaksanaan kampanye pemilu 2024 yang hanya 75 hari (28 November 2023- 10 Februari 2024) maka waktu pelaksanaan kampanye bisa digunakan semaksimal mungkin oleh peserta pemilu untuk menciptakan kampanye yang bersih, sehat dan tidak menciptakan disharmoni di masyarakat.

Baca Juga:  Pariwisata dan Budaya Berbasis Ekologi