Surat Tentang “Orang Buangan”

Si wanita ini lalu membentuk satu komunitas ibu-ibu “jaring ekonomi” di lokasi kerjanya yang baru. Membuat gerakan pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan relasi sosial ibu-ibu desa. Menggunakan semua jejaring kuliah untuk membantu mengembangkan gerakannya. Ia lakukan rutin dan membuatnya hampir setahun tak pulang ke rumahnya yang terletak di pusat kota.

Alhasil gerakannya berkembang. Ibu-ibu desa semakin giat berkreatifitas. Memanfaatkan waktu untuk hal-hal positif. Desa tempatnya bekerja semakin hidup. Pergelaran budaya-ekonomi rutin dilakukan anak-anak muda. Tentu dengan partisipasi ibu-ibu desa. Ia pun semakin dicintai warga desa. Tak sedikit yang mengeluh-eluhkannya, menghormati dan menyayangi. Ia melihat bahwasanya sifat suka berteman merupakan nilai tambah bagi orang lain, dan itu ia rasakan di tempat kerjanya yang baru.

Baca Juga:  Bukti Linguistik Keasalan Rempah-rempah