Surat Tentang “Orang Buangan”

Sahabatku Budi Janglaha. Saya sengaja menulis surat terbuka ini untuk anda di sela-sela perjalanan menuju Phuket, Thailand. Saya tergugah dengan ungahaan status anda tentang “orang buangan”-sebuah diksi yang belakangan ramai digunakan untuk mengklasterisasi orang yang berbeda dalam banyak hal. Diksi yang sepintas lalu, terdengar miris dan mengenaskan, namun sesungguhnya banyak melahirkan tokoh-tokoh perubahan.

Sebagai teman, saya suka anda menjadi orang yang berbeda, meski beberapa konsekuensi selalu hadir. Bisa mendorong gerakan perubahaan bagi masyarakat di pinggir-pinggir kota. Memfasilitasi ide-ide sehat, mengukuhkan budaya dan semangat kebersamaan serta menguatkan tali persaudaraan, adalah cara kami bisa membedakan anda dengan orang lain. Saya senang anda bisa menjadi orang seperti itu. Dan jika itu anda dilakukan, saya iri melihatnya.

Baca Juga:  Penunjukkan Pejabat Kepala Daerah Morotai dalam Pusaran Kepentingan