Surat Tentang “Orang Buangan”

Ada juga kisah tentang AM.Kamarudin alias Ali Soviet, Daniel Bohang, Ismail Sahjuan Sangadji (Tete Mael Digoel), dan Haji Salahuddin, yang tercatat menjadi bagian “orang buangan” ke pedalaman belantara rawa-rawa Boven Digoel, Papua karena melawan penjajah. Mereka ditempatkan bersama tokoh-tokoh bangsa Indonesia seperti Muhammad Hatta, Sutan Syahrir, I.F.M. Salim, adik dari Agus Salim dan Djeranding Abdurachman –wartawan yang membuat satu laporan kritis yang menyebutkan bahwasanya ada 1500 orang tahanan politik yang berada di Boven Digul. Laporan ini lalu termuat di surat kabar Soeara Ambon yang berbasis di Maluku dan dikutip banyak media di Eropa dan Amerika Serikat.

Jejak besar mereka-mereka itu, terpahat abadi hingga kini. Cahaya pikiran, gagasan dan karya mereka tetap gemerlap meski zaman dan waktu silih berganti. Rasa hormat dan cinta tumbuh dan makin kuat. Nama mereka makin bersinar.

Baca Juga:  Maulid Nabi dan Tradisi Memukul Mengenakan Coka Iba di Kecamatan Patani