News  

Kapolda Maluku Utara Biayai Bangun Jembatan Permanen di Desa Salube

Pembangunan jembatan penghubung di Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan, Halmahera Utara. Foto: Istimema

Akses warga Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan, Halmahera Utara sempat terputus setelah jembatan kayu satu-satunya hanyut diterjang banjir.

Bahkan, warga terpaksa menembus sungai deras untuk mengantar jenazah ke pemakaman, momen pilu yang menggugah banyak hati dan ramai di Media Sosial (Medsos)

Merespons kondisi itu Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs., Waris Agono, bergerak cepat. Perintah tegas dikeluarkan agar jembatan permanen segera dibangun demi keselamatan masyarakat.

Bukan sekadar menjawab viralnya sebuah video, namun menghadirkan solusi nyata. Sebanyak 17 personel Brimob bersama masyarakat bergotong royong membangun jembatan beton yang kokoh dan dirancang tahan terhadap derasnya arus sungai.

Kini, Jembatan Merah Putih berdiri tegak. Anak-anak sekolah dapat menyeberang dengan aman, para petani lebih mudah mengangkut hasil kebun, dan keluarga yang berduka tak lagi mempertaruhkan keselamatan.

Inilah wujud nyata Polri Peduli Masyarakat, hadir memberi solusi, menumbuhkan harapan, dan memastikan masyarakat dapat melangkah lebih aman menuju masa depan.

Kades Salube, Sabri Duduaka saat dikonfirmasi mengaku, proses pekerjaan jembatan yang menghubungkan antar Desa ini sangat membantu masyarakat, akses jalan yang saat ini dibuatkan jembatan beton tersebut awalnya hanya jembatan kayu, namun ketika hujan deras semua terbawa air.

“Saat jembatan darurat hanyut kami sangat keterbatasan akses, bahkan sempat viral di media sosial masyarakat bergotong royong angkut jenazah menyebrang jembatan yang tergenang air,” ucap Sabri, Senin, 2 Maret 2026.

Sarbi menambahkan, setelah insiden itu, berkat kepedulian Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono dan Dansat Brimob Polda Maluku Utara Kombes Pol Hendri Wira Suriyana, langsung bentuk tim dan turun ke lokasi.

“Proses pekerjaan mulai awal mengumpulkan material batu sekitar 200 meter dari titik pembangunan. Kerangka cor tiang jembatan mulai dibentuk, papan kayu dikumpulkan, dan aksi kemanusiaan dari personel Brimob langsung mendapat respon baik dari masyarakat yang turun ikut membantu,” ucapnya.

Baca Juga:  Bocah yang Terseret Banjir di Ternate Ditemukan di Perairan Pantai Tidore

Sarbi bilang, proses pekerjaan ini melibatkan 17 personel Satbrimob yang dipimpin Ipda Ikram Kadir diberangkatkan ke lokasi guna mempercepat pembangunan jembatan permanen yang disebut jembatan merah putih ini.

“Jembatan memiliki panjang sekitar 12 meter dan lebar 3 meter, dengan konstruksi model beton yang dirancang lebih kokoh dan tahan terhadap arus sungai saat musim hujan maupun banjir,” akuinya.

Saat ini proses pekerjaan sudah hampir 90 persen tinggal cat, pembangunan jembatan merah putih ini juga semua biaya diberikan oleh Kapolda dan Dansat Brimob.

“Atas nama masyarakat, kami merasa terbantu dengan jembatan baru ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Tokoh pemuda Desa Salube, Waldi Hi. Rauf menyebut pembangunan jembatan ini bukan hanya proyek fisik, melainkan simbol harga diri dan keselamatan warga.

“Ini bukan hanya soal akses, tapi soal kemanusiaan. Jembatan ini adalah urat nadi desa. Anak sekolah, petani, ibu-ibu, sampai jenazah pun harus lewat sini,” t

Ia juga mengapresiasi kehadiran Brimob Polda Maluku Utara yang turun langsung membantu masyarakat.

“Kami sangat menghargai langkah Brimob. Mereka tidak hanya datang sebagai aparat, tapi sebagai saudara yang ikut bekerja, angkat batu, dan berkeringat bersama warga,” tambahnya.

Terpisah, Dansat Brimob Polda Maluku Utara, Kombes Pol Hendri Wira Suriyana menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian Brimob dalam mendukung pembangunan infrastruktur demi kepentingan masyarakat.

“Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan antara aparat dan masyarakat,” kata Dansat Brimob saat dikonfirmasi via WhatsApp.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan kerjasama aktif antara personel Brimob dan warga Desa Salube. Diharapkan, dengan sinergi dan kebersamaan tersebut, proses pembangunan jembatan dapat segera selesai sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, meningkatkan aksesibilitas, memperlancar mobilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Baca Juga:  Surat Pencabutan Kuasa dari Tersangka Muncul di Persidangan Gugatan terhadap Bupati Halsel

“Satuan Brimob Polda Maluku Utara menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan sebagai bagian dari bakti sosial Polri yang berkelanjutan, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Samsul LEditor: Ghalim Umabaihi