News  

Jabat Dewas, Apa Saja Langkah Strategis Samin Marsaoly Benahi Perumda Ake Gaale?

Samin Marsaoly saat dilantik sebagai Dewas Perumda Ake Gaale Ternate. Foto: Istimewa

Usai dilantik sebagai dewan pengawas (Dewas) Perumda Ake Gaale Ternate, pada Kamis 16 April 2025, Samin Marsaoly memastikan sejumlah langkah strategis untuk membenahi perusahaan daerah tersebut.

Samin menuturkan, pembenahan difokuskan pada efisiensi manajemen dan peningkatan layanan agar perumda tidak lagi menjadi beban anggaran, melainkan mampu berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Selama 36 tahun berdiri, Perumda Ake Gaale belum pernah menyumbang dividen kepada Pemerintah Kota Ternate,” ujarnya usai dilantik.

Baca Juga:  Buntut Demo Ricuh, IMM Ternate Minta Wali Kota Copot Kasatpol PP

Meski dalam lima tahun terakhir tidak lagi mendapat penyertaan modal, perusahaan dinilai belum mampu menghasilkan keuntungan yang signifikan.

Menurutnya, persoalan utama terletak pada tata kelola yang belum efisien. Ia menyebut, beban belanja administrasi masih lebih besar dibandingkan belanja operasional.

“Belanja operasional harus lebih besar dari belanja administrasi,” tegas Samin.

Baca Juga:  Kajati Malut Tinjau Kondisi Kantor Kejati di Sofifi yang Tak Lagi Layak

Samin juga mengungkapkan bahwa beban gaji pegawai saat ini mencapai sekitar Rp2,4 miliar per bulan, sementara biaya listrik menyentuh Rp2 miliar. Selain itu, komposisi SDM juga dinilai tidak ideal, di mana sekitar 70 persen pegawai berada di sektor administrasi.

Untuk mengatasi hal tersebut, Samin berencana melakukan restrukturisasi organisasi dengan merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2024. Jumlah Kepala Bagian (Kabag) akan dirampingkan agar struktur organisasi lebih efektif, sekaligus mendorong redistribusi pegawai ke sektor operasional di lapangan.

Di sisi pelayanan, Perumda Ake Gaale juga akan mengembangkan sumber air baru guna menjawab keluhan masyarakat terkait distribusi air yang belum merata. Tiga wilayah yang menjadi prioritas pengembangan yakni Sango, Tubo, dan Maliaro.

Baca Juga:  Polisi Amankan Ratusan Liter Captikus saat Operasi Pekat di Halmahera Utara

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber air yang jauh, yang selama ini berdampak pada tingginya biaya listrik akibat penggunaan pompa secara berulang.

Selain itu, dirinya juga mendorong penguatan komitmen lingkungan melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya untuk program penghijauan guna menjaga ketersediaan air tanah di Kota Ternate.

Penulis: Eko PujiantoEditor: Rian Hidayat