News  

Motoris Speedboat di Ternate Harapkan Penyesuaian Tarif Imbas Harga BBM Naik

Aktivitas transportasi laut di Pelabuhan Speedboat Kota Baru, Ternate, Maluku Utara. Foto: Rian Hidayat/cermat

Sejumlah motoris speedboat yang beroperasi di Pelabuhan Kota Baru, Ternate, Maluku Utara, mengeluhkan meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga suku cadang (spare part) dan kebutuhan perawatan mesin dalam beberapa bulan terakhir.

Melonjaknya biaya spare part yang dipicu oleh kenaikan harga BBM ini dinilai semakin membebani para motoris yang setiap hari melayani penumpang antarpulau di wilayah Maluku Utara.

Salah seorang motoris, Bima, mengaku pendapatannya mengalami penurunan karena sebagian besar pemasukan harus dialokasikan untuk biaya perawatan mesin yang terus meningkat.

Baca Juga:  Gubernur Malut Apresiasi Pemkot Tidore yang Selalu Tepat Waktu Bayar Iuran BPJS

“Penghasilan jadi menurun karena harus merogoh kantong lebih dalam untuk biaya spare part yang mulai mahal. Seperti oli mesin yang sebelumnya sekitar Rp50.000 per liter, sekarang sudah naik menjadi Rp65.000,” kata Bima kepada Cermat, Minggu, 14 Juni 2026.

Menurutnya, kenaikan tidak hanya terjadi pada oli mesin, tetapi juga sejumlah komponen lain yang rutin diganti untuk menjaga performa mesin speedboat tetap optimal.

Kondisi tersebut membuat biaya operasional semakin tinggi, sementara pendapatan dari jasa angkutan tidak mengalami peningkatan signifikan.

Baca Juga:  Bahas Kelangkaan BBM, Komisi II DPRD Kepulauan Sula Akan Perketat Pengawasan

Ia memperkirakan pendapatan bersih para motoris berkurang hingga 30 persen dibandingkan sebelumnya. Situasi ini dirasakan hampir seluruh operator speedboat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas transportasi laut.

“Kalau dulu setelah potong biaya operasional masih ada sisa yang cukup, sekarang sebagian besar pendapatan habis untuk perawatan mesin. Mau tidak mau harus tetap diganti karena menyangkut keselamatan penumpang,” ujarnya.

Bima menjelaskan, meskipun sebagian besar speedboat masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, tingginya harga spare part tetap menjadi persoalan utama. Sebab, perawatan mesin merupakan kebutuhan rutin yang tidak bisa ditunda.

Perlu Adanya Penyesuaian Tarif

Para motoris berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi pelaku transportasi laut tradisional yang menjadi salah satu urat nadi mobilitas masyarakat antarpulau di Maluku Utara. Mereka juga berharap agar ada kebijakan penyesuaian tarif angkutan yang ditetapkan.

“Kalau dilihat semua sudah naik, termasuk tarif angkutan di darat. Jadi kami harap ada perhatian pemerintah soal ini,” tandasnya.

Di sisi lain, kata dia, kenaikan harga komponen dan perlengkapan mesin perlu mendapat perhatian agar tidak berdampak pada keberlangsungan usaha maupun kualitas layanan transportasi laut.

Baca Juga:  GP Ansor Malut Nilai Polda Berhasil Jaga Kamtibmas di Tahun 2024

“Transportasi laut ini kebutuhan masyarakat. Kalau biaya operasional terus naik sementara pendapatan tetap, tentu sangat memberatkan kami sebagai motoris,” kata Bima.

Selain melayani rute penyeberangan di sekitar Kota Ternate, sejumlah speedboat dari Pelabuhan Kota Baru juga melayani perjalanan menuju berbagai pulau di Maluku Utara yang masih mengandalkan transportasi laut sebagai akses utama mobilitas warga dan distribusi barang.